Equity World | 6 Hal yang perlu Anda Syukuri Bahkan jika Itu Tidak Menyenangkan sama Sekali

Equity World | Kadang-kadang tanpa anda sadari kalimat itu meluncur dari dalam diri anda. Tak terucapkan, tapi jelas terasa sekali pengaruhnya, membuat anda galau bahkan berduka. Saat dalam hidup anda yang semula baik-baik saja, hanya kamu yang kurang bersyukur dengan apa yang anda dapatkan. Anda di mata orang lain masih hidup selalu beruntung dengan anda. Sementara apa yang terlihat oleh mata belum tentu fakta.

Lagi pula jika anda ingin sedikit lebih lama untuk belajar untuk bijak, kesulitan yang anda harus disyukuri. Karena kesukaran bahwa kualitas hidup anda meningkat diam-diam. Dan kira-kira kesulitan apa yang bisa menjadi tempat untuk belajar untuk bersyukur?

1. Tiba-tiba jatuh sakit, apakah parah atau hanya flu dan demam

Sakit memang tidak menyenangkan. Tubuh anda terasa begitu buruk semua. Makan tak selera karena mulut terasa pahit, sedangkan bila anda ingin makanan tertentu belum tentu diperbolehkan. Harus minum obat itu pasti hal yang tidak menyenangkan. Namun di balik semua ketidakenakan itu adalah salah satu hal yang perlu anda ketahui, jika anda sakit adalah rezeki yang harus disyukuri. Pengingat anda untuk menjadi lebih peduli dengan tubuh anda sendiri. Ini bisa menjadi momen yang bisa membuat anda sadar dengan kesalahan yang pernah anda lakukan, dan akhirnya mengubah anda menjadi orang yang lebih baik lagi.

2. Patah hati membuat rasa kekecewaan, kemarahan, kesedihan dan putus asa seperti belati mengiris-ngiris hati

Tidak ada yang mengharapkan hubungan yang dibangun dengan niat yang serius hancur. Rasa kecewa, sedih marah rasanya sah-sah saja jika tidak meluap ke hari. Tapi patah hati bukan berarti kau satu-satunya orang yang paling menderita. Patah hati juga tidak kemalangan yang tak terbantahkan. Karena setidaknya dengan patah hati anda bisa tahu bahwa dia tidak baik untuk anda, dan sangat sayang jika hanya orang-orang baik seperti anda mendapatkannya dalam sebuah hubungan cinta. Tuhan menyelamatkan anda tepat pada waktunya.

3. Gaji kecil jika dibandingkan dengan teman-teman yang sama yang bekerja di tempat-tempat lain

Bahkan jika rezeki sudah ada yang mengatur, anda masih harus bekerja keras atau mencoba sebanyak mungkin. Tapi ada saat-saat ketika anda merasa gaji anda terlalu kecil jika dibandingkan dengan teman-teman anda yang bekerja di tempat-tempat lain. Ketika anda sudah bekerja sebaik mungkin, apa yang anda punya tidak kurang dari mereka. Belum lagi kebutuhan hidup yang entah bagaimana selalu merasa kurang saja.

Asli kebutuhan hidupnya sendiri akan cukup jika anda dapat memahami kondisi keuangan anda. Dari gaji yang kecil ini, anda juga harus tetap memberikan ucapan terima kasih. Cobalah untuk melihat ke bawah sekali dalam beberapa saat, masih banyak ulama yang bekerja keras mencari pekerjaan di luar sana. Masih banyak karyawan yang tiba-tiba diberhentikan.

4. Pasangan yang menyebalkan seperti dia acuh tak acuh atau sibuk

Siapa yang tidak ingin punya pacar yang perhatian, apalagi seorang cewek yang ingin memahami. Tapi siapa yang akan berpikir bahwa pasangan anda termasuk tipe yang sangat bodoh, yang sering kali hilang tanpa berita hari bahkan berhari-hari. Kadang-kadang jika anda berbicara dengan serius, ia menanggapi dengan santai. Gemas sudah tidak perlu ditanyakan. Sampai-sampai ada rasa ingin putus. Pada kenyataannya punya pacar yang keren yang asli adalah menyenangkan jika anda mengenal mereka, bisa sedikit bersabar, dan juga sedikit bodoh seperti dia.

5. Kehilangan sesuatu seperti ponsel baru yang anda sayang-sayang semua

Kalah tidak pernah menyenangkan. Ada rasa-rasa sedih bercampur dan kerugian, jika hilang dalam bentuk materi seperti ponsel. Tapi kehilangan tidak berarti nasib buruk, mungkin anda ceroboh. Mungkin juga jika anda terbuka untuk itu, akan ada gantinya yang lebih baik. Atau itu bisa menjadi pengingat ketika anda kurang berbagi dengan orang lain.

6. Batas waktu kerja kadang-kadang gila-gilaan, ingat masih ada begitu banyak pengangguran

Pekerjaan yang menumpuk, anda harus bekerja baik untuk-malam atau memakan waktu di akhir pekan. Hal ini tidak menyenangkan, tapi setidaknya memiliki pekerjaan yang membuat anda tidak ada penghasilan. Selain itu semua pekerjaan pasti ada resiko, dan semua kembali lagi ke profesionalitasmu. Selain itu, jika memang pekerjaan itu sesuai dengan renjanamu, harus mau sebanyak apapun tenggat waktu, anda akan tetap baik-baik saja.

Satu hal juga yang perlu anda ingat, mencari pekerjaan itu tidak mudah. Ada banyak ulama yang seperti anda menganggur di luar sana. Sangat bersyukur untuk semua yang anda miliki sekarang. (Equity World Jakarta)

Save