Equityworld – Bursa Asia menguat seiring yen bergerak stabil setelah menembus 100 terhadap dolar AS dan investor mempertimbangkan prospek penaikan suku bunga tahun ini.

Saham-saham China nyaris tak bergerak kepada hri Rabu, sehari sesudah Cina menyetujui peluncuran penghubung perdagangan saham jangka panjang yg diantisipasi utk mengizinkan perdagangan saham antara Hong Kong & Shenzhen, yg ialah tersibuk ke-2 di dunia, & technologi berat, bursa.

Indeks CSI300, yg melacak perusahaan paling besar yg tercatat di perdagangan Shanghai & Shenzhen, turun 0,2 % jadi 3,373.05, sementara indeks Shanghai Composite bergerak datar di 3,110.23.
BAca:  Dolar AS Rebound Atas Komentar Hawkish

Analis menyampaikan persetujuan dari skema yg menghubungkan Hong Kong-Shenzhen sudah diperkirakan, maka reaksi pasar membisu.

Saham-saham broker yg tertulis di daratan mengalami reli terhadap awal perdagangan terkait persetujuan dari skema, dgn indeks CSI SWS Securities naik jumlahnya 2 % seketika kepada hri Rabu pagi.

Namun kenaikan tersebut berusia pendek & indeks mengakhiri perdagangan dgn turun 0,57 %.

Equityworld: Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0,1% ke level 139,69 pada perdagangan Rabu (17/8/2016) pukul 07.10 WIB.

Indeks Jepang Topix naik 0,3% seiring yen melemah terhadao dolar AS setelah menyentuh 99,54 pada Selasa. Presiden The Fed untuk wilayah New York William Dudley menyatakan bank sentral berpotensi menaikkan suku bunga secepatnya pada bulan depan.

“Melihat berapa banyak yen telah menguat, saham-saham di Jepang menunjukkan ketahanan. Namun tidak ada alasan untuk secara aktif membeli saham-saham di bursa Jepang untuk saat ini,” ujar Chihiro Ohta, Senior Strategist SMBC Nikko Securities Inc, seperti dikutip Bloomberg.

Indeks Korea Selatan Kospi sedikit berubah, indeks Australia S&P/ASX 200 turun 0,2%, indeks Selandia Baru S&P/NZX 50 menguat 0,6%. Adapun bursa di China dan Hong Kong belum mulai perdagangan.

Sumber: Reuters | ewfpro