Equity World | 5 Hal mendasar bedakan orang kaya dengan pura-pura kaya

PT Equityworld

Equity World | Penampilan memang tidak bisa jadi satu-satunya patokan melihat status hidup seseorang. Terkadang ada orang yang berpenampilan bagus dan glamor, namun sebenarnya keuangannya pas-pasan saja. Sebaliknya, ada juga orang yang berpenampilan biasa saja namun ternyata hartanya melimpah.

Orang kaya dan pura-pura kaya memiliki perbedaan dalam hal karakter atau hal mendasar. Orang yang pura-pura kaya sejatinya bisa dikategorikan miskin karena memang pendapatannya yang pas-pasan bahkan cenderung kurang dari kata layak.

Selain itu, ada juga perbedaan kebiasaan sehari-hari dan pandangan hidup antara orang kaya dan pura-pura kaya juga jauh berbeda.

Berikut hal mendasar yang membedakan orang kaya dengan orang pura-pura kaya :

1. Kerja keras dan cerdas jadi budaya orang kaya

Orang kaya akan lebih memilih menggunakan otaknya untuk berpikir serta memanfaatkan situasi dan kondisi agar menguntungkan bagi mereka. Hal ini berbeda dengan orang miskin yang memilih bekerja keras menggunakan otot, namun sejatinya hanyalah malas saja. Malas menggunakan otaknya untuk berpikir dan berusaha memperbaiki jalan hidupnya.

Sedangkan orang kaya mau bekerja memeras otaknya untuk dapat memperbaiki kondisi ekonominya. Apabila orang miskin berpikiran jika dirinya tidak memiliki potensi apapun, maka itu adalah kesalahan yang sangat besar. Setiap orang pasti memiliki potensi. Semangat yang besar dan usaha yang nyata adalah modal utama untuk mencapai hidup sukses.

2. Orang kaya hobi menabung

Menabung merupakan kebiasaan yang dilatih oleh orangtua sejak kecil kepada kita. Namun tidak semua orang mempertahankan usahanya untuk menabung hingga dewasa. Inilah kesalahan yang dilakukan oleh orang miskin.

Orang miskin akan memilih membelanjakan uangnya walaupun sedikit. Namun berbeda dengan orang kaya yang akan menunggu hingga saat yang tepat untuk membelanjakan uangnya.

3. Menunda keinginan

Salah satu hal yang kerap membedakan orang kaya dan orang miskin adalah dalam memanfaatkan gajinya. Orang kaya akan menunda kebutuhan yang dianggapnya hanya sebatas keinginan saja. Namun orang miskin akan membelanjakan gajinya untuk sesuatu yang dia inginkan.

Orang kaya bisa menunda keinginannya untuk bisa mendapatkan sesuatu yang besar hingga dapat membeli barang-barang kecil tersebut bahkan yang melebihinya. Namun berbeda dengan orang miskin yang mendapatkan gaji sedikit saja langsung ingin dibelanjakan berbagai macam yang sebatas keinginan.

4. Orang kaya cermat dalam belanja

Barang yang akan dibeli orang kaya adalah barang-barang yang memiliki kualitas tinggi. Bagi orang kaya, bukanlah suatu permasalahan jika harus membayar lebih untuk mendapatkan barang dengan kualitas tinggi sehingga tidak mengecewakan.

Orang miskin akan lebih memilih membeli barang murah namun banyak. Ada harga ada kualitas. Jika barang-barang yang dibeli memiliki harga yang rendah, tentu barang yang dibeli akan lebih cepat usang. Sedangkan kita mengetahui barang yang memiliki harga tinggi pastinya memiliki kualitas sangat jauh di atas barang dengan harga murah.

5. Orang kaya tidak mudah puas

Seperti yang sudah dikatakan di atas, bagi orang miskin jabatan dan gaji adalah puncak dari segala sesuatu. Namun bagi orang kaya apalah arti sebuah jabatan dan gaji jika seseorang dapat memegang jabatan tertinggi dalam usahanya sendiri dan justru dapat menggaji orang lain, bukan sebatas menunggu gaji dari atasan.

Orang kaya cenderung merasa terus harus meningkatkan apa yang sudah dicapainya saat ini. Terus ingin mengembangkan usahanya, dan terus belajar meningkatkan kemampuannya. (Equity World)