Equity World | 7 Alasan Ini Menjelaskan Perbedaan Cepat Lambatnya Seseorang Tertidur

pt equityworld

Equity World | Secara normal seseorang dapat tidur dalam rentang waktu 10-20 menit setelah memejamkan mata. Namun sebelum itu biasanya kita akan menguap terlebih dahulu. Tanda-tanda ini membuktikan jika diri kita sudah siap untuk beristirahat.

Akan tetapi, dalam keadaan tertentu biasanya ada juga orang yang sudah menguap berulang kali namun belum bisa tertidur. Lalu, mengapa kira-kira terdapat orang yang mudah tidur dan orang yang sulit tidur meski sudah dalam kondisi lelah? Berikut ini beberapa alasannya!

1. Jumlah zat adenosine dalam tubuh yang berbeda-beda

Adenosine merupakan zat kimia penting yang ada di setiap sel tubuh kita. Zat ini berfungsi sebagai pengirim sinyal ke otak jika tubuh sudah harus beristirahat. Dengan begitu, tubuh dapat langsung beristirahat atau tidur.

2. Terpengaruh oleh banyaknya cahaya yang masuk ke mata

Dalam susunan otak, ternyata terdapat sebuah bagian yang berfungsi sebagai jam untuk menandakan jika tubuh sudah siap beristirahat. Bagian tersebut dipengaruhi oleh banyaknya cahaya yang masuk ke mata. Oleh karena itu, saat keadaan gelap tubuh akan lebih mudah tertidur.

3. Pola tidur

Pola tidur yang diterapkan nyatanya dapat berpengaruh terhadap kebiasaan tidur. Orang dengan kebiasaan tidur cukup 8 jam akan terlihat lebih bugar daripada orang yang tidur kurang dari standar waktu tidur tersebut. Hal ini akan berdampak pada mudahnya seseorang untuk tidur.

4. Gaya hidup

Salah satu yang menjadi faktor cepat atau lambatnya seseorang tertidur ialah gaya hidup. Dengan memaksimalkan hidup dengan berolahraga dan merawat diri, maka dapat dipastikan bahwa orang tersebut tidak akan mengalami kesulitan untuk tidur. Gaya hidup yang sehat ini sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

5. Faktor Usia

Bagi seorang bayi mungkin tidur bukan menjadi masalah. Hal ini juga berlaku bagi seseorang dengan usia lanjut atau lansia. Sebab, dalam tingkatan umur tersebut akan lebih mudah untuk tidur akibat fungsi fisik yang mereka miliki.

Namun, bagi orang dengan usia remaja dan dewasa, tidur merupakan hal yang sedikit sulit dilakukan. Terlebih bagi remaja yang sudah kecanduan gadget.

6. Tubuh mengalami kelelahan

Nyatanya, saat tubuh mengalami kelelahan maka jumlah zat adenosine sebagai pemberi sinyal tidur akan bertambah. Sehingga, tubuh akan lebih mudah tidur untuk dapat mengurangi zat tersebut. Semakin sedikit zat adenosine dalam tubuh maka semakin sedikit pula rasa kantuk dalam tubuh.

7. Pola makan

Pola makan ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan saja. Sebab, hal tersebut juga berpengaruh bagi cepat atau lambatnya seseorang tertidur. Selain itu, asupan makanan yang dikonsumsi juga berperan penting karena mengandung zat-zat yang memudahkan atau justru mempersulit tidur.

Nah, beberapa hal tersebut merupakan alasan mengapa seseorang mudah sekali tertidur dalam keadaan apapun dan sekaligus sulit tidur meski tubuh terasa lelah. Jadi, gak usah bingung lagi kalau melihat teman yang suka pelor atau insomnia ya! (Equity World)