Equity World | 8 Pertanda Bahwa Motormu Perlu Diservis Segera. Nggak Mau ‘Kan, Mogok Tiba-tiba?

pt equityworld

Equity World | Pada hakikatnya, setiap barang apa pun yang dipakai pasti mengalami perubahan fungsi, begitu juga dengan motor. Suku cadang motor yang setiap hari kamu gunakan juga bakal mengalami keausan. Kalau sudah begini, pastinya akan berpengaruh terhadap kenyamanan, keawetan motor atau bahkan keselamatanmu sendiri.

Terlepas dari ketersediaan ojek online yang kini sudah memudahkan transportasi, buatmu yang punya motor pribadi, hendaknya selalu tanggap waktu kapan motormu harus diservis. Nah, jika kamu masih bingung kapan waktu yang tepat, coba deh perhatikan tanda-tanda berikut ini.

1. Motor susah dihidupin di pagi hari. Jangankan starter otomatis, genjot kick starter-nya aja sampai gempor baru mau nyala

Banyak orang bilang motor yang susah dihidupkan di pagi hari itu karena kedinginan, padahal ini nggak boleh dibiarkan. Mesin motor yang susah hidup saat pagi terjadi akibat karburator atau busi yang kotor dan setelan klep yang berubah. Segera bawa ke bengkel deh mendingan!

2. Suara mesin terdengar kasar dan nggak jarang knalpotnya meletup dan berbunyi ‘pletak-pletok’

Kalau kamu mendengar suara mesin yang kasar keluar dari motormu, baik matic maupun manual, itu kode agar kamu segera menyerviskannya. Suara mesin yang kasar ini umumnya disebabkan oleh setelan klep bahan bakar yang sudah kendur, keausan pada busi atau rantai keteng/kamrat, serta mesin oli yang sudah jelek atau terlalu encer.

3. Saat menyala, getaran mesin tinggi sehingga kurang mulus ketika dinaiki

Getaran mesin yang tinggi ini disebabkan karena setelan karburator nggak kurang pas atau terlalu besar, setelan klep dan baut mounting-nya pun mulai kendur.

4. Tarikan mesin juga terasa berat, padahal udah pindah gigi tapi masih brebet juga

Tarikan yang sudah mulai terasa berat juga bisa dijadikan indikasi bahwa motormu memang perlu dibawa ke bengkel. Tarikan yang berat biasanya disebabkan oleh pergantian oli yang nggak teratur, busi melemah, kepala silinder yang kotor, karburator yang kemasukan air sampai oli yang terlalu banyak.

5. Khusus motor manual, permasalahan yang terjadi adalah kesulitan memindah gigi

Hal ini terjadi karena setelan kopling yang nggak pas atau berubah, sehingga pengoperan gigi jadi terasa lebih keras. Tarikan awal agak tertahan, motor baru mau lari pada putaran yang agak tinggi.

6. Motor nggak mau stasioner, lambat, atau suka mati mendadak

Hal ini biasanya terjadi akibat karburator kotor dan setelannya yang sudah berubah. Juga karena letikan busi yang sudah jelek. Meski setelan karburator bagus, tapi kalau businya jelek, sama saja jalannya motor juga jadi nggak enak. Kalau mesin yang suka mati mendadak, biasanya karena baut platina yang longgar, jet langsam pada karburator tersumbat dan lain sebagainya.

7. BBM jadi boros dan keluar asap hitam dari knalpot, baunya juga aneh agak gosong-gosong gimana gitu

Kalau saat pakai motor konsumsi BBM kamu jadi boros dan cepat habis, artinya filter udara yang kotor sehingga suplai udara ke ruang bakar jadi nggak lancar. Belum lagi kalau asapnya jadi putih atau hitam yang disebabkan oleh lubang silinder yang aus, campuran udara dan bensin yang nggak tepat, serta penggunaan oli yang kualitasnya kurang.

8. Perhatikan arahan dari tempat servisan, di mana kamu dianjurkan untuk servis kembali setiap pemakaian 2 ribu km

Terakhir dan yang paling penting, sebaiknya kamu nggak nunggu mesin motor bermasalah baru dibawa ke tempat servis. Sesuai anjuran, baiknya servis motormu tiap 2.000 km, sekalian ganti olinya juga.

Ingat ya, jangan tunda lagi saat motormu sudah menunjukkan tanda-tanda di atas. Jangan menunggu motor rusak atau bermasalah dulu baru diservis. Karena biasanya justru akan mengeluarkan biaya yang lebih banyak ketimbang servis rutin. Sayangi motormu, ya! (Equity World)