Equity World | Ada Ancaman Perang Teluk Jilid III, Harga Emas Naik 1% Lebih!

pt equityworld emas

Equity World | Harga emas dunia menguat signifikan di perdagangan pasar spot hari ini. Ancaman Perang Teluk Jilid III membuat investor kebat-kebit dan mencari perlindungan di aset-aset aman (safe haven) seperti emas.

Pada Senin (16/9/2019) pukul 07:44 WIB, harga emas dunia naik 1,29%. Harga sang logam mulia menyentuh titik tertinggi sejak 5 September.

Investor memburu emas karena kekhawatiran terhadap tensi di Timur Tengah yang meninggi. Akhir pekan lalu, fasilitas pengolahan minyak mentah milik Saudi Aramco, raksasa migas asal Arab Saudi, diserang. Lagi-lagi Iran menjadi tersangka utama.

“Ada alasan kami yakin sudah tahu siapa pelakunya. Kami sudah bersiap. Namun kami ingin menunggu kabar dari Inggris mengenai siapa pelakunya dan bagaimana kami harus bertindak!” cuit Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui cuitan di Twitter.

Menurut seorang pejabat Amerika Serikat (AS) yang enggan disebutkan namanya, ada indikasi serangan tersebut menggunakan misil jelajah (cruise missile). Ada 19 titik tumbukan yang membuktikan bahwa misil tersebut diluncurkan dari arah Iran, bukan dari Yaman.

“Tidak diragukan lagi, Iran yang bertanggung jawab atas semua ini. Bagaimanapun Anda berkilah, tidak bisa menghindar lagi. Tidak ada kandidat lain,” tegas sang pejabat, seperti diberitakan Reuters.

Teheran tentu tidak terima atas tuduhan tersebut. Abbas Mousavi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menyatakan bahwa tudingan AS dan sekutunya tidak berdasar.

Bahkan Iran siap apabila harus berperang dengan AS dan sekutunya. Amarali Hajizadeh, Kepala Staff Angkatan Udara Garda Revolusioner Iran, mengungkapkan pangkalan AS di Timur Tengah masuk dalam jangkauan misil mereka.

“Semua orang harus tahu bahwa seluruh basis pangkalan AS dan kapal induk mereka dalam jarak lebih dari 2.000 km di sekitar Iran masuk dalam cakupan misil kami. Iran selalu siap untuk perang dalam skala penuh,” tegasnya, seperti diwartakan Reuters.

AS dan Iran sudah bersiap angkat senjata. Kalau situasi memburuk dan ada pemantik labih lanjut, bukan tidak mungkin Perang Teluk Jilid III bakal meletus.

“Investigasi sedang berlangsung untuk menemukan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam perencanaan dan eksekusi aksi teror ini. Kami akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga aset-aset nasional dan memastikan ketahanan energi serta perekonomian global,” tegas Kolonel Turki Al Malki, Juru Bicara Koalisi Angkatan Bersenjata Legitimasi Yaman, seperti diberitakan Reuters.

Perang jelas sebuah risiko besar, baik itu terhadap kemanusiaan, sosial, sampai ekonomi. Dibayangi oleh ancaman konflik bersenjata yang meningkat, investor berbondong-bondong mengamankan diri ke safe haven assets, salah satunya emas. Akibatnya, harga emas naik signifikan. (Equity World)