Equity World | Awal Tahun Harga Emas Kinclong, Ada Apa Nih?

pt equityworld emas

Equity World | Mengawali tahun 2020, harga emas di pasar spot diperdagangkan menguat dibanding harga penutupan perdagangan akhir tahun. Kenaikan harga emas terjadi karena masih belum adanya penjelasan detail tentang poin-poin perjanjian dagang Amerika Serikat (AS) dan China serta melemahnya mata uang dolar AS.

Pada Kamis (2/1/2020) harga emas di pasar spot menyentuh level tertingginya sejak 25 September. Pukul 09:35 WIB, emas dihargai US$ 1.519,83/troy ons atau naik 0,19% dibanding periode perdagangan sebelumnya.

Sepanjang tahun 2019, harga emas mengalami kenaikan hingga 18%. Pemicunya apalagi kalau bukan perang dagang antara dua raksasa ekonomi dunia yaitu Amerika AS dan China.

Emas sebagai aset yang minim risiko banyak diburu ketika kondisi ekonomi dan politik global sedang tidak kondusif seperti tahun 2019 sehingga membuat harga emas melambung tinggi. Tak sampai di situ saja, perang dagang juga membuat ekonomi global tumbuh melambat.

Melambatnya perekonomian membuat bank sentral di berbagai negara terutama di AS melonggarkan kebijakan moneternya. The Fed selaku bank sentral AS telah menurunkan kebijakan suku bunga acuannya bahkan sampai tiga kali dalam setahun sepanjang 2019. Faktor ini juga menjadi pemicu naiknya harga emas.

Namun, pada akhir tahun 2019, kabar baik datang. AS dan China beritikad untuk menuju kata damai melalui kesepakatan dagang fase satu. Kabar teranyar menyebutkan seremoni penandatanganan kesepakatan fase awal itu akan digelar di Washington 15 Januari nanti. Hal tersebut juga disampaikan Presiden AS Donald Trump di akun Twitter.

“Saya akan menandatangani perjanjian fase satu yang sangat besar dan komprehensif dengan China pada 15 Januari. Seremoni akan dilakukan di Gedung Putih. Delegasi tingkat tinggi dari China akan datang. Selepas itu saya akan datang ke Beijing dan memulai pembicaraan fase II.” Cuit Trump di twitter.

Kabar tersebut tak lantas membuat harga emas langsung anjlok. Justru sebaliknya, setelah AS dan China mengumumkan kesepakatan dagang fase satu harga emas malah rebound. Bahkan sampai melampaui level psikologi US$ 1.500/troy ons.

Investor masih melihat emas sebagai aset yang menarik untuk tahun 2020, mengingat detail kesepakatan antara kedua belah pihak belum diketahui. Reuters melaporkan, dokumen setebal 86 halaman yang berisi kesepakatan fase pertama memuat tentang perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan kecurangan dalam kurs.

Karena masih belum diketahui pastinya. Pelaku pasar masih perlu memantau perkembangan selanjutnya dari drama perang dagang yang berlangsung selama 18 bulan terakhir ini.

“Reli harga emas masih mungkin berlanjut di tahun 2020 walaupun ketegangan antara dua raksasa ekonomi dunia telah berkurang, Belum adanya detail penjelasan terkait kesepakatan fase satu masih membuat was-was dan dapat menstimulasi kenaikan harga emas pada kuartal pertama 2020.” Kata Lukman Otunaga seorang analis FXTM melansir Reuters.

Anjloknya dolar juga mendukung harga emas untuk naik. Sejak 24 Desember, dolar AS terus melemah dan tercermin dari indeks dolar yang terus menurun. Saat ini indeks dolar berada di level terendah sejak Juli 2019. Ketika dolar melemah, maka hal tersebut menjadi kabar yang baik untuk harga emas.

Pasalnya ketika dolar melemah harga emas menjadi lebih murah untuk pemegang mata uang lain. Apalagi di tengah ketidakpastian global seperti ini saat emas diburu oleh pelaku pasar. (Equity World)