Equity World | Buyback Emas Diharapkan Muncul Ditengah Lanjutan Naiknya Suku Bunga

pt equityworld

Equity World | Buyback emas diharapkan muncul ditengah lanjutan naiknya suku bunga pada perdagangan hari ini di mana potensi munculnya aksi beli yang diperkuat dengan melihat pergerakan mata uang AS yang masih bisa ditekan mata uang utama dunia.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback berhasil memberikan tekanannya kepada emas, sehingga hal ini masih membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $12,70 atau 1,06% di level $1186,40 per troy ounce.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas gagal memanfaatkan momentum dengan berhasil menciptakan sisi jualnya kembali dan gagal untuk bertahan di atas level psikologis $1200 per troy ounce dimana sisi koreksi membuat emas terkoreksi tajam. Secara umum, harga emas sebetulnya masih sulit naik dimana ruang jual akan muncul meskipun the Fed sendiri khawatir dengan perang dagang yang bisa menurunkan kinerja ekonomi.

Harga emas sempat melemah di mana pelemahan emas dipicu oleh kinerja bagus dari greenback akibat kenaikan suku bunga the Fed sehingga semakin mudah dilakukan dalam waktu dekat. The Fed sudah menyatakan bahwa kenaikan suku bunga memang sangat dibutuhkan demi kelangsungan ekonomi AS. Powell sendiri berpendapat bahwa perang dagang memang bisa membuat segalanya terhambat namun sisi tenaga kerja AS masih sangat ketat dan butuh kenaikan suku bunga. Sinyal akan naiknya kembali suku bunga di akhir tahun memang akan membawa harga emas ke sisi yang lebih sulit untuk pulih.

Diharapkan akan munculnya aksi bank sentral China kembali dimana aksi PBOC ini telah mampu menahan gejolak dolar AS dimana kondisi ini tentu membuat emas juga bisa membaik harganya. Belum lagi usaha bank sentral utama dunia lainnya yang juga berusaha agar dolar tidak terlalu menguat pasca Fed menaikkan suku bunganya. Harapannya ada aksi lanjutan untuk melawan pernyataan Powell tersebut sehingga usaha dolar untuk bangkit juga bisa diredam kembali. Seperti yang dilakukan Trump yang tidak suka dengan Powell yang selalu ingin menaikkan suku bunganya.

Harapannya ada perang kata-kata lagi antara Trump dengan Powell sehingga pasar sedikit paham terhadap keinginan Trump untuk mencegah penguatan dolar. Bila memang ada situasi seperti ini lagi maka ada berharap buyback emas akan terjadi meski dengan pergerakan yang tidak besar.
Ini akan dibatasi situasi perang dagang di mana aksi ini akan selalu memunculkan safe haven dolar, sehingga sulit bagi emas untuk melakukan perbaikannya. Harapannya adalah keinginan Trump yang tidak mau dolar AS menguat lebih besar, sehingga dibutuhkan verbal intervensi baru diluar rencana perang tarif.

Harapan lain dengan adanya data ekonomi AS yang penting yang akan rilis hari ini, bisa menjadi jalan bagi dolar AS untuk mengalami tekanan kembali sehingga emas bisa pulih.

Equity World | Harga Emas Sulit Bergerak Menguat Pasca Naiknya Suku Bunga

Equity World | Harga emas sulit bergerak menguat pasca naiknya suku bunga pada perdagangan siang hingga sore hari, di mana harga emas sepertinya masih ingin bertahan di bawah level psikologisnya di $1200 per troy ounce kembali.
Sisi beli emas yang besar memang sempat muncul pada perdagangan sebelumnya ketika Presiden Trump mengeluarkan kritiknya terhadap kebijakan suku bunga the Fed yang sering menaikkan suku bunganya sehingga mata uang AS terus menguat dan membuat China sering memanfaatkan peluang perdagangannya dengan mengambil kesempatan dengan melakukan manipulasi pergerakan mata uang yuannya. Kritik Trump waktu itu telah berhasil membuat harga emas kembali ke atas level psikologisnya $1200 per troy ounce hingga saat ini.

Namun sayang, momentum positif emas langsung hilang ketika beberapa data ekonomi AS semakin mendukung kenaikan suku bunganya, namun ada juga yang sudah mulai khawatir dengan masalah perang tarif, termasuk para pembantu Trump. Presiden Trump telah memberikan tarif baru 10% bagi $200 milyar produk asal China pekan ini dan China pun juga melakukan hal yang sama yaitu memberikan tarif juga kepada produk asal AS.

Pasar berharap agar Presiden Trump dan China segera berunding dan menyelesaikan masalah tarif diantara mereka. Akan tetapi pihak China masih belum tertarik untuk berunding, malahan Beijing juga sudah siap dengan senjata perlawanannya untuk menekan AS juga dengan tarif, sehingga perang tarif semakin memanas kondisinya. Perang dagang suatu saat memang sempat tidak menyeret harga emas untuk terkoreksi lebih dalam di mana harga emas bisa pulih beberapa waktu lalu dengan kondisi ini terjadi karena bank sentral China melakukan devaluasi mata uangnya sehingga dolar AS juga tidak mengalami pelemahannya.

Namun karena potensi perang dagang yang tidak bisa dihentikan serta perundingan yang gagal dilangsungkan pada pekan ini, membuat emas sulit untuk bergerak naik. Emas sendiri sedang memanfaatkan momentum pasca Fed meeting dengan berharap bank sentral AS khawatir dengan perang dagang. Sebetulnya the Fed sudah menaikkan suku bunganya pekan inj dan Powell juga sangat yakin bahwa suku bunga masih bisa naik di akhir tahun.

Namun situasi ini membuat Presiden Trump tidak nyaman dan segera berkomentar bahwa dirinya tidak nyaman dengan kebijakan baru tersebut. Situasi ini bisa dimanfaatkan emas untuk pulih sejenak pasca kenaikan suku bunga the Fed tersebut. Namun ternyata data pertumbuhan ekonomi AS membaik sehingga makin menambah keyakinan Powell bahwa ekonomi AS sangat kuat dan butuh kenaikan suku bunganya.

Diperkirakan akhir tahun ada kenaikan sekali dan tahun depan ada 3 kali. Kondisi ini tentu akan membatasi ruang beli emas, apalagi data core pce akan rilis nanti malam. Data inflasi the Fed tersebut akan menjadi penentu naik tidaknya suku bunga.

Hal ini membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara menguat $0,60 atau 0,05% di level $1188,00 per troy ounce. Dan harga perak masih bergerak positif pada siang ini, dengan sebagai bentuk aksi beli kembali pasca pelemahannya yang terjadi sebelumnya. (Equity World)