Equity World | Dampak Gempa Taiwan: 2 Tewas, Ratusan Luka dan 5 Bangunan Roboh

Equity World | Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter (SR) yang mengguncang pantai timur Taiwan, menyebabkan sebuah hotel dan empat bangunan lainnya roboh. Sedikitnya dua orang tewas dan lebih dari 200 lainnya luka-luka.

Menurut Pusat Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa dilaporkan berada di kedalaman 10km, sekitar 22km timur laut Kota Hualien. Gempa mengguncang kawasan itu menjelang tengah malam.

China Global Television Network (CGTN) melaporkan, sedikitnya lima bangunan roboh. ”Dua orang sayangnya meninggal,” kata Perdana Menteri Taiwan William Lai dalam sebuah pertemuan darurat pemerintah, seperti dikutip Reuters.

Foto-foto yang di-posting online menunjukkan lantai pertama Hotel Marshal di Hualien rusak parah, dengan puing-puing bangunan bersebaran ke trotoar. Beberapa korban cedera telah dievakuasi petugas penyelamat yang telah dikirim ke lokasi kejadian.

Pusat Penanggulangan Bencana Pusat di Taiwan mengatakan, setidaknya tiga orang masih terjebak di bawah puing-puing di Hotel Marshal.

Pada pukul 03.00 pagi (7/2/2018), Pusat Penanggulangan Bencana Pusat menghitung dua korban tewas dan 202 korban luka ditemukan di Kota Hualien.

Gempa tersebut merusak Gedung 2nd Cloud Gate Tsui Community, di mana sekitar 20 orang masih terjebak di reruntuhan bangunan. Dua bangunan komunitas di Jalan Kwong Shing juga mengalami kerusakan.

Hotel lain di Yongxing Road juga miring akibat gempa tersebut. Beruntung semua orang berhasil keluar dengan selamat. Rumah Sakit Umum Angkatan Bersenjata Hualien, yang terletak di sebelah hotel, juga dilaporkan rusak.

Equity World | Gempa Taiwan: Empat Tewas, 85 Hilang

Equity World | Tim penyelamat menyisir reruntuhan bangunan yang roboh pada hari Rabu (7/2/2018), saat mereka mencari orang yang hilang setelah gempa kuat menghantam kota Hualien. Sementara itu jumlah korban tewas bertambah menjadi empat orang.

Gempa berskala 6.4, yang melanda dekat kota pesisir sesaat sebelum tengah malam pada hari Selasa, juga melukai 243 orang. Angka terbaru dari data pemerintah menunjukkan 85 orang hilang.

Banyak dari mereka diyakini masih terjebak di dalam bangunan, beberapa di antaranya dengan kemiringan yang curam, setelah gempa melanda sekitar 22 km timur laut Hualien di pantai timur Taiwan.

Dua orang terjebak di dalam hotel yang rusak parah. Korban terluka termasuk warga China daratan, Ceko, Jepang, Singapura dan Korea Selatan (Korsel).

“Gempa susulan dengan kekuatan minimal 5 skala Richter bisa mengguncang pulau itu dalam dua minggu ke depan,” kata pemerintah seperti dikutip dari Reuters. Gerak yang lebih kecil menggetarkan penduduk yang gugup sepanjang hari.

Presiden Tsai Ing-wen telah mendatangi lokasi bencana pada Rabu pagi untuk membantu operasi penyelamatan.

Taiwan, sebuah pulau yang diperintah sendiri yang dianggap bagian China dari wilayahnya, berada di dekat persimpangan dua lempeng tektonik dan rentan terhadap gempa bumi. Sebelumnya gempa berkekuatan 6,1 SR melanda dekat wilayah itu pada hari Minggu.

Lebih dari 100 orang tewas dalam sebuah gempa di Taiwan selatan pada tahun 2016, dan beberapa orang Taiwan tetap terluka akibat gempa berkekuatan 7,6 yang dirasakan di seluruh pulau itu dan menewaskan lebih dari 2.000 orang pada tahun 1999. (Equity World)

Save