Equity World | Emas Diterpa Aksi Jual Lagi, Turun Sampai Berapa Kira-Kira?

pt equityworld emas

Equity World | Harga emas dunia kembali diterpa aksi jual pada perdagangan Selasa (12/11/19) setelah mencatat penurunan nyaris 4% dalam enam hari perdagangan terakhir, dan berada di level terendah tiga bulan.

Pada pukul 20:05 WIB, emas melemah 0,38% ke US$ 1.450,10/troy ons di pasar spot, melansir data Refinitiv. Sebelumnya logam mulai ini bahkan melemah 0,5% di level US$ 1.448,35/troy ons. Aksi jual emas kembali terjadi akibat menguatnya bursa saham Asia dan Eropa yang membuat daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven) menjadi menurun.

Penguatan bursa saham Asia dan Eropa pada hari ini mengindikasikan investor cukup optimis jika Amerika Serikat dan China akan menandatangani kesepakatan dagang. Perhatian tertuju pada pidato Presiden AS Donald Trump di acara Economic Club New York pada Selasa waktu setempat.

Pernyataan terbaru dari Trump mengenai perkembangan negosiasi kesepakatan dagang tentunya akan dinanti para pelaku pasar.

Terakhir kali berbicara pada akhir pekan lalu, Trump mengatakan perundingan kesepakatan dagang dengan China berjalan dengan baik, tetapi hanya akan menandatangani kesepakatan dengan China jika hal tersebut menjadi yang terbaik bagi Negeri Paman Sam.

Trump juga menyatakan ada pemberitaan yang kurang tepat soal bea masuk. Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa AS-China sepakat untuk menghapus bea masuk yang berlaku selama masa perang dagang lebih dari setahun terakhir, sebagaimana dilansir CNBC International.

AS sudah mengenakan bea masuk terhadap importasi produk China senilai US$ 550 miliar. Sedangkan China membebankan bea masuk kepada impor produk made in the USA senilai US$ 185 miliar.

Seperti diketahui sebelumnya, China pada pekan lalu mengklaim jika sudah mencapai kesepakatan dengan AS untuk membatalkan sebagian bea masuk.

Mengutip CNBC International pada Kamis (7/11/19), Juru Bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng mengatakan baik AS maupun China setuju untuk membatalkan rencana pengenaan berbagai bea masuk. Perundingan yang konstruktif dalam dua pekan terakhir membuat kedua negara sudah dekat dengan kesepakatan damai dagang fase I.

Namun, Peter Navarro, Penasihat Perdagangan Gedung Putih, menegaskan bahwa belum ada kesepakatan soal penghapusan bea masuk. Dia menilai China melakukan klaim sepihak.

“Sampai saat ini belum ada kesepakatan mengenai pencabutan bea masuk sebagai syarat ditandatanganinya perjanjian damai dagang fase I. Mereka (China) mencoba bernegosiasi di ruang publik,” tegas Navarro dalam wawancara bersama Fox Business Network, seperti dikutip dari Reuters.

Saat pelaku pasar menanti perkembangan AS-China, datang kabar bagus yang membuat sentimen pelaku pasar membaik. Melansir CNBC International, Presiden Trump pekan ini diperkirakan akan mengumumkan penundaan kenaikan bea masuk produk otomotif dari Uni Eropa hingga enam bulan ke depan.

Merespon pemberitaan tersebut, bursa saham Eropa menguat, dan dampaknya harga emas kembali tertekan. (Equity World)