Equity World | Emas Kembali Terkoreksi, Dolar Terus Menguat

PT Equityworld

Equity World | Harga emas kembali terkoreksi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), tertekan oleh dolar yang terus menguat karena tidak jelasnya paket stimulus AS. Pasar dihadapkan pada banyak ketidakpastian di tengah lonjakan kasus baru virus corona (Covid-19) di Eropa dan AS, juga ketidakpastian menjelang pemilihan presiden pada 3 November.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, merosot US$ 11,2 atau 0,6% menjadi ditutup pada US$ 1.868 per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (28/10/2020) harga emas berjangka anjlok US$ 32,7 atau 1,71% menjadi US$ 1.879,2 per ounce. “Penurunan yang kami lihat pada harga emas adalah karena ada kekhawatiran jangka pendek tentang waktu stimulus disetujui,” kata Pendiri Circle Squared Alternative Investments, Jeffrey Sica. Ia menambahkan “penguatan dolar AS berdampak pada emas.” Kepala penasihat ekonomi Presiden Donald Trump mengatakan pada Kamis (29/10/2020) bahwa kesepakatan apa pun tentang undang-undang bantuan Virus Corona AS telah ditunggu sekarang. Di sisi lain, indeks dolar terhadap mata uang utama (greenback) naik 0,7% mendekati level tertinggi dua minggu terhadap para pesaingnya. Hal ini membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Emas sekarang berada pada level di mana orang dapat mengakumulasi mengingat kekacauan di sekitar pemilu AS, kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi dan situasi virus corona. Tren emas masih bullish,” kata Sica. Emas, yang sering digunakan sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan, telah melonjak 24 % tahun ini di tengah tingkat stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya selama pandemi. Sementara itu data menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada kecepatan yang tak tertandingi di kuartal ketiga dan klaim pengangguran mingguan turun lebih besar dari yang diperkirakan di minggu terakhir.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis (29/10/2020) bahwa produk domestik bruto (PDB) AS meningkat dengan rekor 33,1% pada kuartal ketiga. Laporan klaim pengangguran mingguan menempatkan klaim pengangguran awal di 751.000 pada pekan yang berakhir 24 Oktober, turun 40.000 dan menjadi penurunan keempat dalam lima bulan terakhir. Menjelang pemilu 3 November penantang Demokrat Joe Biden memimpin atas petahana Trump secara nasional, tetapi persaingan lebih ketat di negara bagian-negara bagian yang masih mengambang. Investor juga mencerna pernyataan dari Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (29/10/2020), mengatakan akan mempertimbangkan untuk mengubah rencana stimulusnya pada Desember. Analis pasar yakin hal itu kemungkinan akan berdampak pada harga emas dalam jangka menengah.

Dewan Emas Dunia merilis pernyataan pada hari yang sama, menunjukkan bahwa permintaan emas global secara keseluruhan turun 19% menjadi 892 metrik ton pada kuartal ketiga, total kuartalan terendah sejak 2009. Tetapi investasi emas global, termasuk koin, batangan dan arus masuk ke ETF (exchange-traded funds) berbasis emas mencapai 494,6 metrik ton di kuartal ini, naik 21 persen dari tahun lalu. Logam lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 0,1 sen atau 0,004% menjadi ditutup pada US$ 23,36 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$ 25,5 atau 2,91% menjadi US$ 849,5 per ounce.