Equity World | Emas Mendapatkan Permintaan Safe Haven Dengan Turunnya Pasar Saham

pt equityworld

Equity World | Harga emas mengalami kenaikan solid pada pertengahan perdagangan sesi Amerika Serikat hari Senin kemarin. Harga emas mendekati ketinggian harian dan menyentuh ketinggian selama empat minggu diatas level kunci $1,300.00 karena permintaan “safe-haven” dengan pasar saham AS mengalami kerugian terburuk dalam tahun 2019 dan terus mengalami tekanan turun pada minggu lalu.

Emas berjangka bulan Juni terakhir naik $13.80 per ons pada $1,301.20. Perak Comex bulan Juli terakhir turun $0.01 pada $14.78 per ons.

Pasar saham dunia juga kebanyakan turun semalam. Kegagalan AS dan Cina untuk mencapai kesepakatan perdagangan pada akhir minggu lalu dan penerapan tarif baru oleh AS termasuk pembalasan dari Cina yang diumumkan pada hari kemarin, membuat pasar berada di dalam atmosfir yang kalah memulai minggu perdagangan yang baru. Meskipun demikian. para pejabat perdagangan dari kedua negara akan terus berbicara. Meningkatnya keenggan untuk beresiko di pasar secara umum bekerja mendatangkan kebaikan bagi pasar metal “safe-haven”.

Pasar sebegitu jauh tidak terpengaruh secara signifikan dengan berita bahwa dua kapal minyak Arab Saudi diserang di Strait Humuz pada akhir minggu lalu. Penyerangnya tidak dikenal. Namun, ketegangan antara AS dan Iran meningkat pada minggu-minggu belakangan ini, dengan sebagian berspekulasi Iran kemungkinan berada dibelakang penyerangan pada akhir minggu tersebut.

Hal kunci diluar pasar kemarin indeks dolar AS sedikit turun. Sementara itu, harga minyak mentah Nymex turun dan diperdagangkan disekitar $61.00 per barel.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas selanjutnya adalah menembus “resistance” yang solid di $1,314.70 setelah melewati $1,310.00. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,267.30 setelah melewati $1,290.00 dan kemudian $1,282.40.

Harga Emas Semakin Mengkilap Usai China Pukul Balik AS

Harga emas naik dan berada di jalur penguatan terbaik dalam tiga bulan pada perdagangan Senin. Penguatan harga emas ini terjadi karena investor mencari tempat lindung nilai (safe haven) dari gejolak pasar yang dipicu oleh pengumuman China bahwa mereka akan membalas AS.

Mengutip CNBC, Selasa (14/5/2019), harga emas di pasar spot naik 1,1 persen menjadi USD 1.299,30 per ounce, setelah mencapai USD 1,301,10 per ounce, tertinggi sejak 11 April.

Harga logam mulia ini berada di jalur untuk menandai kenaikan persentase satu hari terbesar sejak 19 Februari.

Sedangkan harga emas berjangka AS menetap 1,1 persen lebih tinggi pada USD 1.301,80 per ounce.

“Kami melihat bahwa saat ini investor tengah mencari tempat aman setelah adanya gangguan dalam pembicaraan perdagangan dan China berbicara tentang pembalasan,” kata analis komoditas senior RJO Futures, Phillip Streible.

“Risiko geopolitik meningkat, ketegangan perdagangan meningkat, dolar AS turun dan ekuitas benar-benar di bawah tekanan. Semua faktor ini meningkatkan harga emas sekarang.” ia menambahkan.

China mengatakan pada Senin bahwa mereka akan menaikkan tarif pada sejumlah barang AS, menyerang kembali dalam perang dagang dengan Washington tak lama setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkannya untuk tidak membalas.

Langkah ini membebani pasar ekuitas di seluruh dunia dan mendorong imbal hasil Treasury AS yang lebih panjang ke level terendah enam minggu.

Indeks dolar AS juga jatuh ke palung terdalam dalam tiga pekan sehingga membuat harga emas lebih murah bagi investor yang melakukan transaksi dengan mata uang di luar dolar AS.

Harga emas sebelumnya sempat mencapai USD 1.281,35 per ounce yang merupakan level terendah dalam satu sesi perdagangan karena meningkatnya kekhawatiran perdagangan membebani yuan sehingga mengurangi permintaan pembelian emas terbesar di dunia yaitu Cina.

Mata uang Tiongkok turun ke level terendah terhadap dolar AS sejak Desember.

“Emas telah tertinggal lebih awal, tetapi pengumuman tarif China memberi tekanan lebih besar pada ekuitas,” kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam mulia dan dasar di BMO.

“Jadi ini adalah pembelian spekulatif berdasarkan pada stok yang lebih rendah dan hasil yang lebih rendah dengan terobosan teknis pada momentum kenaikan naik.” tutur dia.

Di sisi investasi, spekulan menaikkan posisi net-long dalam emas di pekan yang berakhir 7 Mei. (Equity World)