Equity World Futures – LYON, KOMPAS.com – Cristiano Ronaldo menjadi pemain pertama yang bisa mencetak gol dalam empat edisi Piala Eropa secara berurutan. Rekor itu mengiringi langkah Portugal ke babak 16 besar Piala Eropa 2016.

Pada pertandingan terakhir Grup F di Parc Olympique Lyonnais, Rabu (22/6/2016), Ronaldo dkk bermain imbang 3-3 melawan Hungaria. Hasil imbang ini sudah cukup mengantarkan Portugal lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Ronaldo membukukan dua gol pada laga ini. Dia membawa timnya bangkit mengatasi ketertinggalan.

Hungaria sempat tiga kali unggul terlebih dahulu melalui gol Zoltan Gera (19′) dan tendangan jarak jauh sang kapten, Balazs Dzsudzsak (47′, 55′). Akan tetapi, Portugal selalu bisa mengejar melalui gol Nani (42′) dan Ronaldo (50′, 62′).

Dengan hasil ini, Portugal lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Portugal mengoleksi tiga poin dari tiga pertandingan.

Hungaria berada di puncak klasemen dengan 5 poin. Mereka diikuti Islandia yang sama-sama mengoleksi lima poin tapi kalah selisih gol.

Di babak 16 besar, Ronaldo dkk akan menantang Kroasia selaku juara Grup D.

Kejar-kejaran gol 

Sepanjang pertandingan, Portugal tampil lebih mendominasi. A Seleccao memiliki penguasaan bola sebesar 59 persen.

Portugal juga memiliki jumlah peluang paling banyak pada pertandingan ini. Ronaldo cs memiliki 19 kali percobaan yang enam di antaranya tepat sasaran berbanding 10 peluang dengan lima sepakan on terget milik Hungaria.

Meski demikian, Hungaria berhasil mencetak gol pertama pada menit ke-19. Kapten tim Hungaria, Zoltan Gera, mencetak gol memanfaatkan bola liar hasil umpan tendangan penjuru Balazs Dzsudzsak dengan tendangan keras yang tidak mampu diantisipasi kiper Rui Patricio.

Tertinggal 0-1, para pemain Portugal terus menerus menekan pertahanan Hungaria. Namun, banyak peluang yang dimiliki terbuang percuma akibat penyelesaian akhir yang bersifat spekulatif.

Baru pada menit ke-42, Portugal berhasil memecah kebuntuan. Berawal dari umpan terobosan Ronaldo, Luis Nani menaklukan kiper Gabor Kiraly dengan sebuah tendangan keras ke arah tiang dekat.

Babak kedua baru berjalan dua menit, Hungaria sudah mampu mencetak gol kedua. Melalui eksekusi tendangan bebas Dzsudzsak, bola sempat membentur Andre Gomes yang menjadi pagar betis dan berubah arah, sekaligus mengecoh kiper lawan.

Namun, keunggulan Hungaria tersebut hanya bertahan tiga menit. Ronaldo mencetak gol indah menggunakan tumitnya, memanfaatkan umpan Joao Mario pada menit ke-50.

Gol tersebut membuat Ronaldo berhasil mencatatkan rekor baru. Ia adalah satu-satunya pemain yang pernah mencetak gol dalam empat Piala Eropa secara beruntun.

Lima menit berselang, kedudukan kembali berubah. Hungaria berhasil mencetak gol ketiga yang lagi-lagi dipersembahkan Dzsudzsak melalui tendangan keras kaki kiri yang sempat menyentuh kaki Luis Nani pada menit ke-55.

Namun, lagi-lagi Ronaldo berhasil membuktikan ketajamannya pada pertandingan ini. Memanfaatkan umpan silang Ricardo Quaresma, pemain milik Real Madrid itu menyambutnya dengan tandukan keras yang tidak mampu dibendung Kiraly pada menit ke-62.

Kedudukan 3-3 membuat para pemain Portugal semakin gencar melakukan serangan. ada sekitar empat peluang berhasil dimiliki, tetapi lagi-lagi gagal menjadi gol akibat penyelesaian akhir yang bersifat spekulatif dari jarah yang cukup jauh. Equity World Futures