Equity World Futures – Lego 864 juta Treasury Stock Telkom Raup Rp3,3 Triliun

Equity World Futures – Jakarta, CNN Indonesia — PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menjual kembali 864 juta saham treasury stock di harga pelaksanaan Rp3.820 per saham. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata pembelian kembali saham di level Rp1.461 per saham.

“Iya kami jual kembali 864 juta saham dari total keseluruhan treasury stock sebesar 2,6 miliar saham,” kata Harry M. Zen, Direktur Keuangan Telkom kepada CNNIndonesia.com, Kamis (30/6).

Melalui penjualan kembali saham ini, Telekomunikasi Indonesia meraup dana sebesar Rp3,3 triliun. Namun, dana tersebut belum dipotong biaya pajak dan biaya transaksi.

“Gross profit kami Rp3,3 triliun. Jadi nanti ada potongan-potongan untuk pajak dan sebagainya untuk biaya transaksi,” ungkapnya.

Vice President Investor Relations Telkom Andi Setiawan dalam keterbukaan informasi kemarin menyebut harga jual tersebut lebih tinggi dari rata-rata harga penutupan selama 90 hari terakhir sebelum tanggal penjualan, yaitu Rp3,563 per saham. Sementara, harga penutupan satu hari sebelum tanggal penjualan adalah Rp3,820 per saham.

Penjualan treasury stock pada 29 Juni 2016 ini dibeli oleh empat pihak, yaitu PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan Credit Suisse (Hong Kong) Limited.

“Bahana Securities, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas merupakan pihak pembeli yang terafiliasi dengan perseroan,” kata Andi dalam keterbukaan informasi, kemarin.

Hal ini karena baik langsung maupun tidak langsung dikendalikan oleh pengendali yang sama, yaitu Negara Republik Indonesia. Adapun untuk Credit Suisse bukan merupakan pembeli yang terafiliasi dengan perseroan.

Harry menyatakan, dana yang didapat dari penjualan saham tersebut digunakan untuk pendanaan belanja modal atau capital expenditure (capex) dan membantu permodalan bagi anak usaha Telkom.

“Nah itu nanti rencananya dana itu untuk pendanaan capex, sekaligus sebagian akan dipakai untuk penguatan permidalan anak usaha kami,” ujarnya.

Perusahaan sendiri mengalokasikan belanja modal sekitar Rp25,5 miliar pada tahun ini. Selain dari penjualan saham, perusahaan akan mendapatkan dana untuk belanja modal dari pinjaman bank.

“Belanja modal kami 20 persen-25 persen dari total pendapatan 2015. Pendapatan 2015 kami kan Rp102 triliun. Selain dari penjualan saham itu, dana belanja modal juga sebagian dari perbankan,” tuturnya.

Sebagai informasi, perusahaan mencatat pertumbuhan keuntungan sepanjang 2015 sebesar 7 persen menjadi Rp15,48 triliun, dari tahun sebelumnya Rp14,47 triliun. Selain itu, pendapatan yang didapat perusahaan juga naik 14,2 persen menjadi Rp102,47 triliun. Equity World Futures