Equity World | Harga emas menguji kekuatan menuju US$ 1.300

pt equityworld

Equity World | Harga emas mencoba naik lagi setelah koreksi dari level tertinggi sejak Juni 2018, pada Kamis pekan lalu. Senin (7/1) pukul 8.10 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.287,40 per ons troi.

Harga emas ini menguat 0,12% jika dibandingkan dengan harga akhir pekan lalu US$ 1.285,80 per ons troi. Akhir pekan lalu harga emas terkoreksi karena sejumlah rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) menunjukkan perbaikan dan pasar saham melambung.

“Kabar pembicaraan dagang AS dan China akan positif bagi kedua negara karena selama ini tensi perdagangan menyebabkan ekonomi tertekan,” kata Vandana Bharti, assitant  vice president of commodity research SMC Comtrade Ltd kepada Reuters.

Kamis lalu, harga emas mencapai US$ 1.294,80 per ons troi yang merupakan level tertinggi sejak Juni 2018. “Emas sudah jenuh beli dan perlu konsolidasi. Tapi spekulasi jangka panjang masih terus ada. Pasar membidik harga US$ 1.300 lebih cepat daripada prediksi,” kata Ole Hansen, analis Saxo Bank.

Hansen mengatakan, jika kuartal keempat dollar AS, saham dan yield obligasi berada di sisi rendah, harga emas bisa menyentuh level US$ 1.380 per ons troi. Pagi ini, indeks dollar kembali turun ke 96,11. Ini adalah penurunan indeks dollar dalam tiga hari perdagangan berturut-turut.

Equity World | The Fed Kian Dovish, Harga Emas Melemah

Equity World | Hingga pagi hari (7/1/2019) ini pukul 08:00 WIB, harga emas dunia kembali melemah.

Harga emas pada pasar berjangka COMEX kontrak Februari 2019 turun tipis sebesar 0,08% ke level US$ 1.284,8/troy ounce.

Padahal, selama sepekan kemarin harga logam mulia ini mampu melesat sebesar 0,2% secara mingguan.

Melemahnya harga emas dipengaruhi oleh pernyataan dari kepala bank sentral Amerika Serikat (The Fed) Jerome ‘Jay’ Powell pada hari Jumat (4/1/2019).

“Kami akan bersabar ketika kami melihat untuk melihat bagaimana ekonomi berkembang. Kami selalu siap untuk mengubah sikap kebijakan dan menggesernya secara signifikan jika diperlukan,” ujar Powell kepada American Economic Association.

Seperti diketahui sebelumnya, The Fed diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga acuan (FFR) hingga 50 basis poin pada tahun ini. Hal tersebut membuat pasar semakin khawatir akan perlambatan ekonomi AS.

Didukung dengan tambahan sentimen dari rencana delegasi Amerika Serikat yang akan bertandang ke Beijing pada hari ini hingga esok (7-8 Januari 2019) untuk merundingkan damai dagang AS-China, sedikit meredam kekhawatiran pasar akan perlambatan ekonomi dunia.

Hal tersebut membuat pelaku pasar terdorong untuk berinvestasi pada instrument yang lebih beresiko. Alhasil, harga emas kembali tertekan. (Equity World)