Equity World | Harga Emas Masih di Puncak Tertinggi

Equity World

Equity World | Harga emas sedikit menurun, namun masih berada di puncak tertingginya selama lebih dari 5 bulan. Tingginya harga emas salah satunya disebabkan oleh sinyal dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, yang sedikit menahan diri untuk menaikan suku bunga acuan di tahun depan.

Melansir Reuters, Kamis (20/12/2018), pada perdagangan Rabu harga emas turun tipis 0,1% ke posisi US$ 1.248,01 per ounce. Sementara emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi US$ 1.252,10 per ounce.

“Latar belakang umum untuk emas masih positif,” kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch. Dia menambahkan penurunan harga juga dapat dikaitkan dengan beberapa aksi ambil untung setelah sebelumnya terus menguat.

Pelaku pasar juga sedang mempersiapkan diri untuk menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve setelah pertemuan kebijakan dua hari terakhir tahun ini.

“Ini adalah pertemuan Fed yang paling tidak pasti dalam beberapa waktu. Kemungkinan sekitar 2/3 mendukung kenaikan suku bunga dalam pertemuan ini,” kata Fritsch.

Bank Sentral AS mungkin menandakan sebelumnya untuk pengetatan moneter dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan dan meningkatnya kekhawatiran resesi. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah cenderung mendorong komoditas emas, sebab hal itu memberikan tekanan pada greenback.

Dolar AS sebelumnya sudah turun 0,3% setelah menyentuh satu minggu terendah versus sekeranjang mata uang di sesi sebelumnya, yang membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga emas sendiri telah meningkat hampir 8% dari posisi terendah di 19-bulan lalu pada pertengahan Agustus kemarin. Harga emas juga jauh lebih baik sejak Maret 2017.

Sementara itu, perak naik 0,2% pada US$ 14,66, lalu platinum naik 0,5% menjadi US$ 791,10. Kemudian spot paladium naik 0,3% menjadi US$ 1.247,46 per ounce, mencapai rekor tertinggi US$ 1,269.50 awal pekan ini.

Harga emas makin berkilau meski suku bunga naik

Harga emas makin berkilau meski bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve menaikkan suku bunga. Kemarin, harga emas untuk pengiriman Februari 2019 di Commdity Exchange melaju 0,91% ke US$ 1.267,90 per ons troi. Ini adalah penguatan harga dalam empat hari perdagangan berturut-turut.

Jumat (21/12), harga emas turun 0,31% ke level US$ 1.264 per ons troi. “Aksi jual pasar saham dan penurunan harga minyak serta pelemahan dollar menyebabkan investor beralih ke aset aman,” kata Phil Streible, senior commodities strategist RJO Futures kepada Reuters.

Pasar saham kemarin turun mencerminkan kekhawatiran outlook ekonomi tahun depan. Ekonomi AS pun dikhawatirkan terkena resesi. “Dengan kenaikan suku bunga, ekonomi dianggap membaik, tapi bukan ini yang terjadi,” imbuh Streible.

Rencana The Fed yang hanya akan menaikkan suku bunga dua kali tahun depan menunjukkan sedikit sinyal dovish sehingga pasar emas pun bereaksi. Rencana kenaikan suku bunga ini lebih sedikit dari sebelumnya tiga kali.

Dalam rilis resmi, Federal Reserve memprediksi pertumbuhan ekonomi AS turun menjadi 3% tahun ini dari prediksi September lalu di angka 3,1%. Perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun depan pun turun menjadi 2,3% dari sebelumnya 2,5%.

Faktor lain yang menggosok kilau harga emas adalah kekhawatiran penutupan sebagian pemerintah AS gara-gara anggaran belum diteken.

Equity World