Equity World | Harga Emas Naik ke Level Tertinggi Sejak April 2018

pt equityworld

Equity World | Harga emas naik ke level terkuat sejak April 2018 pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Selasa (19/2/2019), harga emas spot naik 0,4 persen menjadi USD 1.326,15 per ounce, setelah sebelumnya mencapai USD 1.327,64, tertinggi sejak 25 April. Harga emas berjangka AS naik 0,6 persen menjadi USD 1.329,7 p er ounce.

Membantu kenaikan emas batangan, dolar AS mundur dari level tertinggi dua bulan pada minggu lalu seirinngnya meningkatnya optimisme untuk kesepakatan perdagangan AS-China.

Resolusi perdagangan kemungkinan akan meningkatkan nilai yuan dan pada gilirannya, permintaan dari China, analis Forex.com Fawad Razaqzada mengatakan. “Tercapainya kesepakatan AS dan China akan menekan dolar karena pemerintah AS akan memutuskan untuk menurunkan tarif impor, yang akan menurunkan harga impor, menyebabkan inflasi turun dan mengurangi kebutuhan Federal Reserve AS untuk meningkatkan suku bunga.”

Investor akan menunggu risalah pertemuan kebijakan Januari The Fed pada hari Rabu untuk kejelasan lebih lanjut tentang kenaikan suku bunga tahun ini. Tingkat yang lebih tinggi cenderung membebani harga emas. Di antara logam mulia lainnya, platinum tidak berubah di level USD 802 per ounce, sementara perak naik 0,2 persen menjadi USD 15,8 per ounce.

Palladium cetak rekor

Harga Palladium melonjak ke rekor tertinggi karena defisit pasokan yang berkelanjutan. Harga paladium spot, yang diperdagangkan setinggi USD 1.458 per ounce, naik 1,8 persen menjadi USD 1.457 per ounce.

Defisit di pasar paladium akan melebar secara dramatis tahun ini karena standar emisi yang lebih ketat meningkatkan permintaan, kata pabrikan autokatalis Johnson Matthey dalam sebuah laporan pekan lalu.

“Pasar pada dasarnya kuat,” kata analis Julius Baer, ​​Carsten Menke. “Defisit yang sedang berlangsung dan produsen autokatalis mengatakan mereka tidak melihat substitusi berbasis luas dari paladium menjadi platinum benar-benar memperkuat sentimen positif yang berlaku.”

Kedua logam tersebut terutama digunakan oleh pembuat mobil dalam catalytic converter, tetapi platinum lebih banyak digunakan pada kendaraan diesel, yang tidak disukai sejak skandal kecurangan emisi Volkswagen pecah pada 2015.

Tidak seperti platinum, paladium telah diuntungkan dari beralih dari mesin diesel dan harapan untuk pertumbuhan kendaraan listrik hibrida, yang cenderung sebagian bertenaga bensin. (Equity World)

Equity World | Sentimen Perang Dagang Dorong Harga Emas Kian Berkilau

Equity World | Harga emas kembali lanjutkan penguatannya.

Pada perdagangan Senin (18/2/2019) harga emas ada di level 1.328 dolar Amerika Serikat (AS) per ons troi, naik 0,45 persen dari akhir pekan lalu yang ada di 1.322 dolar AS per ons troi.

Emas bergerak tetap meyakinkan sementara dolar AS melemah pada perdagangan hari ini di mana perang dagang AS dan China lebih positif.

“Emas naik dengan tajam dan memperoleh keuntungan berdasarkan pada pelemahan dolar AS,” kata Analis PT Rifan Financindo Berjangka, Puja Purbaya Sakti dilansir Kontan.co.id, Senin (18/2/2019).

Selama beberapa bulan terakhir, mayoritas perdagangan emas dari sentimen langsung menguatnya atau melemahnya dolar AS.

Sakti menilai penguatan emas kali ini adalah hasil langsung dari sentimen pasar yang didasari pada negosiasi perdagangan antara AS dengan China yang dilaporkan sedang membuat kemajuan dan mendekati resolusi.

Sementara, berita ini hanya memberikan pengaruh yang minor terhadap dolar AS.

Hal itu juga memberikan pengaruh yang kuat pada saham AS dan pengaruh yang kuat pada metal berharga.

Menurut Sakti investor saat ini sedang merenungkan isu mana yang lebih penting untuk dapat mengubah arah pergerakan harga emas.

Belakangan ini, harga logam mulia memang cenderung terkonsolidasi.

Di mana perseteruan dagang AS-China berpotensi meruntuhkan harga emas ke bawah 1.300 dolar AS per ons troi.

Namun sebaliknya, isu-isu lain seperti perlambatan global yang mengarah ke penundaan kenaikan suku bunga The Fed, Brexit, dan masalah Venezuela, bisa menciptakan level tinggi baru bagi harga emas di tahun 2019.

“Dengan semakin terdapat banyak perseteruan geopolitik yang terjadi saat ini,” tutur Sakti.

Salah satunya resolusi perang dagang yang akan mengurangi kebutuhan akan aset untuk hedging melawan potensi memanasnya isu Brexit atau Venezuela yang bisa menarik lebih banyak investor untuk membeli emas.

Hal itu dinilai akan memberikan sentimen positif bagi emas untuk bisa terus lanjutkan penguatannya pada perdagangan berikutnya.

Sakti mengamati secara analisa teknikal indikator moving average exponential (EMA) dengan kondisi melebar yang menunjukkan arah harga naik.

Selanjutnya pada indikator relative strengh index (RSI) berada di area 65 yang menunjukkan harga naik.

Kemudian pada indikator commodity channel index (CCI) berada di area 118 yang menunjukkan harga di area overbought.

Kata Sakti, secara umum emas masih berpotensi untuk lanjutkan penguatan pada perdagangan selanjutnya.

Ia merekomendasikan beli emas selama harga di atas 1.332 dolar AS per ons troi.

Dengan level resistance antara 1.325,37, 1.329,73, 1.341,23 dan support antara 1.313,87, 1.306,73, 1.295,23. (Equity World)