Equity World | Harga Emas Tergelincir Dilanda Aksi Profit Taking

pt equityworld emas

Equity World | Harga emas turun di sesi perdagangan Kamis (18/Juli) malam, meskipun Dolar AS sedang melemah. Pasalnya, para investor sedang mengambil untung dari kenaikan harga ke level tinggi dua pekan di sesi perdagangan sebelumnya. Selain itu, apiknya data manufaktur Philadelphia terbaru membuat para investor lebih berminat untuk membeli obligasi AS ketimbang emas.

Harga emas spot turun 0.2 persen ke $1,423.32 pada pukul 21:54 WIB. Sedangkan harga emas futures untuk pengiriman Agustus di Comex New York jatuh 0.2 peren ke $1,420.85 di waktu yang sama.

Penurunan harga emas malam ini juga terlihat dari grafik XAU/USD berikut. Meskipun masih di dekat level tinggi satu jam sebelumnya, XAU/USD gagal melanjutkan penguatan untuk menembus level tinggi 1,428.86, sehingga sekarang diperdagangkan di level 1,426.37.

Kenaikan harga emas di sesi sebelumnya terjadi akibat meningkatnya antisipasi terhadap Rate Cut The Fed yang kian mendekat. Namun, para investor sedang melakukan profit taking saat ini, sehingga harga emas turun sesaat.

Lonjakan Indeks Philly Fed Manufacturing Angkat Yield Obligasi

Dolar AS memang tidak menguat setelah Indeks Philly Fed Manufacturing dilaporkan naik pesat pada bulan Juli 2019. Namun, data tersebut membuat para investor lebih memilih untuk membeli obligasi US Treasury daripada emas.

Kenaikan aktivitas manufaktur di Philadelphia diasumsi sebagai sinyal peningkatan ekonomi AS. Jika demikian, maka potensi agresivitas The Fed untuk melonggarkan moneter menjadi berkurang. Padahal sejauh ini, ekspektasi akan pemotongan suku bunga The Fed menjadi penopang bagi penguatan harga emas.

Emas Perpanjang Kenaikan karena Dolar AS Kembali Melemah

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange memperpanjang kenaikan pada Kamis (18/7/2019) waktu setempat karena melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Mengutip Xinhua, Jumat (19/7/2019) kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik 4,80 dolar AS, atau 0,34 persen, menjadi 1.428,10 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,08 persen menjadi 97,15 tak lama sebelum penyelesaian emas.

Jika dolar melemah, emas berjangka biasanya naik. Sebab, emas yang dihargai dalam dolar AS, menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.

Ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran juga meningkatkan selera safe-haven untuk emas, kata para analis.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis sore bahwa kapal perang AS menghancurkan pesawat tanpa awak Iran di Selat Hormuz. Perkembangan itu menyusul pengumuman dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran bahwa mereka telah menangkap sebuah kapal asing bahan bakar penyelundupan di Teluk.

Harga emas naik lebih lanjut selama perdagangan elektronik berikutnya, naik lebih dari satu persen sebagai respons.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 22,7 sen, atau 1,42 persen menjadi 16,198 dolar per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 2,80 dolar AS, atau 0,33 persen, menjadi 849,90 dolar AS per ounce. (Equity World)