Equity World | Harga Emas Sepertinya Ingin Raih Sisi Belinya Kembali

pt equityworld

Equity World | Harga emas sepertinya ingin raih sisi belinya kembali pada perdagangan hari ini di mana potensi akan buyback menjadi perhatian investor setelah akhir pekan lalu harga emas tertekan cukup dalam.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan akhir pekan kemarin, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada emas, sehingga hal ini membuat harga emas kontrak Agustus di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $26,30 atau 2,01% di level $1282,00 per troy ounce. Untuk pergerakan mingguan, harga emas turun 1,9%.

Seperti kita ketahui bahwa pertumbuhan ekonomi yang naik berkelanjutan akan membawa dampak terhadap laju inflasi dunia yang makin meningkat. Di kala kondisi seperti ini, investor akan membutuhkan aset-aset yang berfungsi sebagai pelindung dari nilai asetnya yang tidak terpengaruh akan naik turunnya inflasi yaitu aset pelindung seperti emas.

Kebutuhan akan aset pelindung biasanya akan meningkat ketika terjadi kondisi seperti akhir pekan tersebut, di mana ada pernyataan dari bank sentral AS bahwa pasar tenaga kerja dan pertumbuhan inflasi AS masih akan terus tumbuh ke atas target bank sentrsl AS tersebut sehingga suku bunga akan tetap dikonsolidasikannya di mana juga ada dukungan dari beberapa data ekonomi AS yang terus membaik.

Seperti kita ketahui jika emas mendengar kata suku bunga the Fed naik, maka akan terjadi kondisi yang kurang menarik di mata investor. Bank sentral AS, Federal Reserve pekan lalu telah menentukan kebijakan moneternya alias suku bunganya kembali, di mana telah terjadi terhadap suku bunga the Fed yang naik dari 1,75% menjadi 2,00%. Diperkirakan juga bahwa di tahun ini akan ada 4 kali kenaikan suku bunga.

Sejak 3 tahun sebelumnya, sisi pemulihan kebijakan moneter atau normalisasi telah dilakukan bank sentral AS tersebut setelah krisis keuangan menerpa dunia di 2008 hingga 2009 lalu di mana suku bunga the Fed dari 5,25% melorot tajam menjadi 0,25% atau mendekati nol persen. Waktu itu, harga emas sempat melejit mendekati angka $1900an per troy ounce dan muncullah paket stimulus atau QE dan berakhir di 2015 ketika Janet Yellen mulai melakukan normalisasi suku bunganya, perlahan-lahan harga emas pun melorot tajam dan sempat berada di level $1050an per troy ounce.

Dan pagi ini potensi beli kembali sedikit muncul dengan harapan masalah tingginya inflasi maka investor akan butuh aset pelindung nilai. Diharapkan pula masalah perang dagang pasca revisi Presiden Trump terhadap tarif impor China senilai $50 milyar per tahun juga akan membangkitkan safe haven emas lagi.

Equity World