Equity World | Harga emas spot berada di US$ 1.933,92 per ons troi

PT Equityworld

Equity World | Harga emas naik pada hari Kamis (13/8). Mengutip Bloomberg, Kamis (13/8) pukul 14.03 WIB, harga emas spot naik 0,94% dibandingkan penutupan kemarin menjadi US$ 1.933,92 per ons troi.

Indeks dolar turun 0,2% terhadap para pesaingnya, membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Tolok ukur imbal hasil Treasury 10-tahun turun dari level tertinggi satu bulan, mengurangi biaya peluang untuk memegang emas tanpa bunga.

Pejabat Federal Reserve mengatakan pemulihan ekonomi AS akan berjalan lambat sampai virus corona terkendali dan warga AS harus mengelola kesehariannya dengan corona selama beberapa bulan ke depan.

Lebih dari 20,45 juta orang telah dilaporkan terinfeksi oleh virus corona secara global dan 743.229 telah meninggal, menurut penghitungan Reuters.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menuturkan Gedung Putih dan para pejabat tinggi Demokrat di Kongres mungkin tidak dapat mencapai kesepakatan tentang bantuan virus corona.

Asal tahu, emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketakutan akan penurunan nilai mata uang. Bursa saham Asia bersiap melesat pada hari Kamis setelah indeks S&P 500 Wall Street sempat menyentuh rekor tertinggi.

Di sisi lain, harga perak naik 0,6% menjadi US$ 25,71 per ons troi, platinum naik 0,7% menjadi US$ 937,84, dan paladium naik 1,2% menjadi US$ 2.156,55.

Equity World | Harga Emas Spot Lanjut Naik Dipicu Kian Melemahnya Dolar AS

Equity World | Harga emas spot lanjut naik pada Kamis (13/08) petang seiring melemahnya dolar AS di tengah lingkungan suku bunga rendah dan kekhawatiran global mengenai dampak ekonomi dari kenaikan jumlah kasus covid-19 yang memicu daya tarik logam safe haven.

XAU/USD terus naik 0,95% ke $1.934,19 sampai pukul 13.47 WIB, tapi harga emas berjangka turun 0,29% di $1.943,35 per ons.

“Jatuhnya harga emas di bawah $ 1.900 telah mengurangi posisi long (beli) yang lemah dan sepertinya sekarang kita akan sedikit melihat konsolidasi dan emas bersiap kembali naik,” kata Michael McCarthy, kepala strategi di CMC Markets kepada Reuters yang dilansir Kamis (13/08) petang.

“Prospeknya tetap positif dengan lingkungan suku bunga rendah, terutama karena melemahnya dolar AS. Itu aturan yang tidak berubah, kami melihat rekor jumlah stimulus dan ketakutan nyata terhadap risiko pertumbuhan.”

Hingga pukul 13.50 WIB, indeks dolar AS turun 0,30% di 93,132.

Menambah kekhawatiran atas dampak ekonomi dari pandemi, para pengambil kebijakan Federal Reserve AS memperingatkan pertumbuhan ekonomi AS akan stagnan sampai krisis virus bisa dikendalikan.

Pencetakan uang besar-besaran oleh bank sentral global telah membantu emas naik sekitar 28% hingga kini karena logam dianggap sebagai lindung nilai terhadap penurunan nilai mata uang dan inflasi.