Equity World, Harga minyak mentah jatuh merosot terhadap perdagangan hri Jumat (05/08) tertekan kekenyangan product mentah & olahan yg membebani pasar & merosotnya impor Tiongkok, mengakhiri rally short-covering dua hri.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan kepada $ 41,59 per barel terhadap 0340 GMT, turun 34 sen, atau 0,81 %, dari penutupan terakhir mereka.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka patokan internasional Brent diperdagangkan kepada $ 43,89 per barel, turun 40 sen, atau 0,90 prosen.

Para pedagang mengemukakan pasar minyak berada di bawah tekanan baru dari kelebihan dalam product mentah & olahan yg sudah meninggalkan tangki daya simpan onshore diisi & memicu penyewaan kapal tanker utk menaruh bahan bakar yg tak terjual.

Equity World, Di segi permintaan, BMI Research menyampaikan impor Tiongkok yg melemah dari rekor yg ditetapkan terhadap thn 2015 & th ini.

“Impor minyak mentah jangka dekat Tiongkok dapat masih lamban sebab kombinasi aspek termasuk juga penuhnya persediaan bahan bakar komersial, lambatnya pertumbuhan antara penyuling & peningkatan persediaan,” kata BMI.

Kemerosotan Jumat mengakhiri pertengahan pekan reli yg didorong sebahagian agung oleh short covering menggunakan penurunan lebih dari 20 prosen harga minyak antara Juni & awal Agustus, kata para pedagang.

Diperkirakan harga minyak mentah kepada perdagangan kemudian berpotensi melemah bersama tetap kuatnya sentimen kekenyangan global & pergerakan dolar AS yg pula mempengaruhi harga minyak mentah.

Harga diperkirakan dapat menembus kisaran Support 41,10 – $ 40,60, & jikalau harga naik dapat menembus kisaran Resistance 42,10 – $ 42,60.

Menurut Hendrawan, akibat pemangkasan tersebut kekuatan APBN dalam memggerakkan sektor ekonomi akan melemah. Agar tidak terjadi perlambatan yang semakin parah maka harus diimbangi peran swasta.

PT Equityworld Futures