EQUITY WORLD – Bursa saham Jepang ditutup melemah sesudah yen menguat paling tajam dalam nyaris sebulan terakhir di tengah memudarnya optimisme bahwa kebijakan helicopter-money dapat diadopsi yang merupakan stimulus baru.

Indeks Topix ditutup melemah 0,89% atau 11,88 poin ke level 1.327,5. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average melemag1,09% atau 182,97 poin ke 16.627,25.

Yen diperdagangkan terhadap 105,88 per dollar terhadap hri Jumat sesudah naik 1% kepada Kamis tempo hari.

Baca: Equityworld Futures: Harga Emas Terpantau Flat Kisaran 1,330 USD

Yen menguat sesudah BBC Radio 4 menyiarkan wawancara bersama Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda, di mana Beliau mengemukakan bahwa kepada waktu ini helicopter money tak butuh & tak kemungkinan dilakukan.

“Pasar sudah menguat tengah angan-angan terhadap helicopter money,” kata Ayako Sera, analis dari Sumitomo Mitsui Trust Bank Ltd seperti yg dikutip Bloomberg.

Dirinya menyambung, laporan tempo hari datang terhadap saat yg sesuai bagi investor yg mau menutup posisi mereka & membawa keuntungan.

EQUITY WORLD Spekulasi & Helicopter Money

Spekulasi BOJ dapat mengadopsi helicopter money tumbuh sesudah Etsuro Honda, penasihat Pertama Menteri Shinzo Abe, menyampaikan mantan gubernur Federal Reserve Ben S. Bernanke sudah melayangan konsep obligasi abadi

Seperti yg dilansir Bloomberg, surat informasi Nikkei melaporkan terhadap bahwa paket stimulus fiskal pemerintah akan mencapai 30 triliun yen (US$284 miliar).

Para petinggi Departemen Keuangan menyampaikan terhadap Abe kepada 11 Juli bahwa stimulus fiskal bisa dimaksimalkan hingga 20 triliun – 30 triliun yen jikalau itu termasuk juga jaminan pemerintah & langkah-langkah diluar budget.

 

Equity World, Equityworld Futures, PT Equityworld