Equity World | Ini 8 Fakta Mengagumkan Orang Autis, Kenapa Mereka Cenderung Genius?

pt equityworld

Equity World | Apakah kamu tahu kalau Albert Einstein, Sir Isaac Newton dan Mozart mengidap autisme? Meski begitu, mereka adalah tokoh-tokoh bersejarah yang dipercaya masyarakat sebagai orang yang genius lho.

Itu sebabnya, banyak orang yang mengira bahwa autisme kerap dikaitkan dengan kecerdasan seseorang dalam bidang tertentu. Kok bisa begitu? Dilansir dari Hello Sehat, berikut fakta-faktanya.

1. Pengidap autisme mengalami gangguan pada otaknya sehingga mengalami kesulitan berkomunikasi dan mengungkapkan emosi

Hal yang membedakan pengidap autisme dengan orang pada umumnya adalah adanya gangguan pada perkembangan otak mereka. Adapun, gejala umum yang terlihat adalah mereka mengalami kesulitan berkomunikasi, berinteraksi sosial, mengungkapkan perasaan dan emosi serta memahami keadaan yang ada di sekitarnya.

2. Pengidap autisme mengalami gangguan pada lobus frontal (otak bagian depan) dan posterior (otak bagian belakang)

Akibatnya, pengidap autisme punya cara berpikir dan mengolah informasi yang unik dan berbeda dengan orang lain.

3. Biasanya, pengidap autisme punya daya ingat yang sangat baik

Bahkan, ingatan akan kejadian di masa lalu sangat mendetail. Meski begitu, mereka merasa kesulitan dalam menghubungkan ingatan tersebut dengan perasaan emosi, seperti senang, sedih atau marah. Mereka pun sulit mengendalikan perasaan, perilaku dan kepribadian dirinya sendiri pada orang lain.

4. Pengidap autisme juga punya kemampuan berlogika, membaca pola, berhitung yang lebih hebat dari orang kebanyakan

Kepandaian mereka dalam membaca pola pun membuat mereka pandai memainkan alat musik. Selain itu ingatan visual dan imajinasinya membuat mereka mahir menjadi seorang pelukis atau seniman.

5. Pengidap autisme juga punya konsentrasi yang tinggi

Pengidap autisme mampu menjaga fokus dan punya konsentrasi tinggi saat melakukan sesuatu. Meski begitu, kadang mereka merasa kesulitan untuk membagi konsentrasi untuk mengerjakan banyak hal sekaligus. Itu sebabnya mereka cepat mengusai hal baru.

6. Daya ingatnya pun tajam

Pengidap autisme biasanya cerdas dan mudah mengingat hal-hal yang pernah dilakukan atau ditemuinya. Bahkan saat guru atau orangtua mereka memainkan sebuah alat musik, mereka bisa mengingat kejadian tersebut dengan baik. Lantas, saat melakukannya sendiri, mereka bisa menirunya dengan cepat. Hal itu pun berlaku untuk logika Matematika, Fisika dan Bahasa.

7. Mereka pun bisa melihat sesuatu dengan sangat detail

Daya ingatnya yang tajam pun membuat mereka sangat perhatian dengan hal-hal yang detail. Mereka gak mengenal kata “terlalu detail” untuk diamati. Karena itu, mereka bisa memecahkan masalah dan menemukan solusi dengan tepat.

8. Pengidap autisme lebih mementingkan logika daripada emosi

Dilansir dari penelitian King’s College di Inggris, orang yang berada pada spektrum autisme cenderung lebih mengandalkan logika daripada emosi, terutama saat mengambil keputusan. Karena itu, daripada mengungkapkan emosi, pengidap autisme lebih mempertimbangkan alasan logis dan objektif.

Meski punya kekurangan, pengidap autisme ternyata punya kelebihan dan keajaibannya tersendiri. Karena itu, hargai juga mereka sebagai sesama manusia ya. (Equity World)