Equity World | Ini 8 Gejala Menopause yang Sebaiknya Kamu Kenali Sedini Mungkin, Say!

pt equityworld

Equity World | Para ilmuwan dari University of Queensland menemukan bahwa 48 tahun adalah usia rata-rata wanita mulai mengalami gejala menopause, walaupun bukan berarti tidak bisa dimulai lebih awal daripada itu. Menopause dimulai ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama satu tahun.

Selama waktu tersebut, wanita mungkin memiliki gejala tidak menyenangkan yang terhubung dengan perubahan hormon dalam tubuh. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini 8 gejala yang dialami seorang wanita selama menopause dan bagaimana membuat periode ini lebih mudah!

1. Mood swing

Selama menopause wanita dapat mengalami perubahan suasana hati yang tiba-tiba, bahkan tanpa alasana. Seiring waktu, perubahan suasana hati menjadi kurang sering seiring dengan perubahan fisiologis. Jadi jangan bingung ya kalau suatu kali ibumu mendadak sering marah-marah sendiri. Coba sabar aja dalam menghadapinya

2. Hot Flashes

Hot Flashes merupakan gejala yang wajar terjadi terhadap wanita menopause ataupun perimenopause. Pada awalnya, wanita merasa demam dan berkeringat, mereka memerah di wajah dan leher dan memiliki detak jantung yang cepat. Hot Flashes bisa berlangsung selama 2-30 menit setiap kali terjadi dan kemudian mereka merasa kedinginan. Untuk mengurangi terjadinya gejala ini, kamu harus mengurangi rempah-rempah, herbal, dan alkohol dari makananmu. Dan kalau kamu seorang perokok, kamu harus berhenti merokok.

3. Kesulitan tidur

Masalah tidur adalah salah satu keluhan paling populer dari wanita yang mengalami menopause. Dalam sebuah studi penelitian baru yang dilakukan di University of Illinois di Urbana-Champaign terhadap para wanita berusia 45 hingga 55 tahun, ilmuwan menemukan bahwa masalah tidur terjadi pada berbagai tahap menopause, tetapi masalah tidur ini berkorelasi dengan depresi dan hot flashes. Kalau masalah tentang depresi dan hot flashes bisa diatasi, maka siklus tidur akan kembali normal.

4. Depresi

Anita Clayton M.D., dari Universitas Virginia, memperkirakan bahwa ada hubungan antara menopause dan risiko mengalami depresi. Menopause adalah bagian normal dari kehidupan dan sebagian besar wanita mengalaminya dengan cara yang sama. Namun, beberapa wanita menjadi lebih rentan dalam hal kesehatan fisik dan psikologis. Untuk mengurangi gejala ini, tidak ada salahnya untuk mencoba berkonsultasi ke dokter.

5. Masalah ingatan

Semua gejala-gejala menopause sebenarnya berkorelasi. Semakin diatasinya satu gejala, maka gejala lainnya juga akan berkurang. Hal ini termasuk dengan masalah ingatan. Kalau gejala-gejala seperti hot flashes, depresi, kesulitan tidur dan yang lainnya diatasi maka ingatanpun tidak akan terlalu bermasalah.

6. Masalah vaskular

Para ilmuwan dari University of Colorado menemukan hubungan antara gejala menopause dan masalah vaskular. “Transisi menopause adalah waktu yang rentan bagi wanita dalam hal kesehatan pembuluh darah,” kata Kerry Hildreth, MD. penulis studi tersebut.

Menopause secara negatif mempengaruhi kualitas hidup mereka. Karena itulah wanita harus merawat sistem kardiovaskularnya selama periode ini. Wanita juga bisa mengalami pembengkakan di kaki dan lengan dan untuk menguranginya bisa dengan minum lebih sedikit air di malam hari.

7. Sakit kepala

Untuk wanita yang akan memasuki masa menopause, akan terasa sakit kepala migrain yang amat sangat. Umumnya, wanita memiliki lebih banyak sakit kepala dibandingkan pria, dan frekuensi mereka selama menopause dapat meningkat sebesar 76%.

8. Stres

Sebuah studi dari Departemen Psikiatri di University of North Carolina di Chapel Hill menunjukkan bahwa fluktuasi estradiol (bentuk estrogen) selama transisi menopause dapat meningkatkan sensitivitas emosional terhadap stres psikososial seorang wanita. Lebih khusus, studi ini menunjukkan bahwa fluktuasi estradiol dapat meningkatkan sensitivitas wanita terhadap penolakan sosial. (Equity World)