Equity World – Anggota DPRD DKI Jakarta M Sanusi didakwa jalankan tindak pidana pencucian duit (TPPU) senilai Rupiah 45.287.833.773. Duit tersebut dibelanjakan Sanusi ke dalam sebanyak product berupa tanah, bangunan, & kendaraan bermotor.

Equity World – Ini Sumber Uang TPPU Sanusi Senilai Rp45 M

Dalam persidangan yg digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jaksa Mungki Hadipratikno membeberkan, duit senilai Rp45 miliar tersebut diperoleh Sanusi dari jumlahnya rekanan Instansi Tata Air DKI Jakarta.

Selagi dalam tempo 20 Desember 2012 sampai 13 Juli 2015, Sanusi yg duduk di Komisi D DPRD DKI Jakarta diduga meminta atau menerima duit dari banyaknya rekanan Instansi Tata Air.

Jaksa merincikan, duit tersebut berasal dari Dirut PT Wirabayu Pratama, Danu Wira se besar Rp21.180.997.275. Dari Komisaris PT Imemba Contractors, Boy Ishak segede Rp2 miliar. Dari rekanan-rekanan lain Rp22.106.836.498.

“Total semua berjumlah Rp45.287.833.773,” ucap Mungki di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Agung Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2016).

Jumlah duit yg dibelanjakan Sanusi benar-benar kelihatan timpang apabila di bandingkan dgn jumlah penghasilannya sbg anggota DPRD DKI Jakarta. Jaksa menyebut,bayaran resmi Sanusi sbg Anggota DPRD DKI Jakarta kurun ketika September 2009 sampai April 2016 merupakan Rp2.237.985.000.

Sementara itu, pas SPT Tahunan Pajak Bayaran (PPh) yg dilaporkan, Sanusi pun mendapat upah lain dari PT Bumi Raya Properti terhadap kurun 2009-2015 se besar Rp2.599.154.602.

Atas perbuatannya, Sanusi didakwa melanggar Pasal 3 Undang-undang Nomer 8 Thn 2010 mengenai Pencegahan & Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Duit jo Pasal 64 Ayat 1 kesatu KUHP. Equity World