Equity World | Mayoritas saham di kawasan Asia-Pasifik pada perdagangan Jumat pagi (22/10/2021) dibuka melemah, meskipun Wall Street ditutup bervariasi semalam yang membawa S&P 500 ke rekor penutupan tertinggi.

Nikkei 225 turun 0,29% di awal perdagangan sementara indeks Topix turun 0,39%.

Kospi Korea Selatan turun 0,05%.

Saham Australia juga lebih rendah karena S&P/ASX 200 terkoreksi tipis.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,07% lebih rendah.

Investor akan terus memantau saham China Evergrande Group, dengan pengembang yang dililit utang beringsut mendekati default teknis pada pembayaran kupon obligasi berdenominasi dolar yang jatuh tempo 23 September. Masa tenggang 30 hari berakhir akhir pekan ini.

Semalam di Wall Streey, S&P 500 naik 0,3% ke rekor penutupan baru di 4.549,78. Nasdaq Composite juga naik 0,62% menjadi 15.215,70 sementara Dow Jones Industrial Average tertinggal, tergelincir 6,26 poin menjadi 35.603,08.

Mata Uang dan Minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 93,745 karena berjuang untuk pulih setelah tergelincir dari atas 94 awal pekan ini.

Yen Jepang diperdagangkan pada 113,84 per dolar, masih lebih kuat dari level di atas 114,4 yang terlihat terhadap greenback awal pekan ini. Dolar Australia berpindah tangan pada $0,7464 setelah penurunan kemarin dari di atas $0,75.

Harga minyak lebih rendah di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan internasional minyak mentah berjangka Brent tergelincir sedikit ke $84,57 per barel. Minyak mentah berjangka AS turun 0,12% menjadi $82,40 per barel.