Equity World | Mau Mapan Finansial? Kalau Begitu, Jangan Percaya 4 Mitos Ini

PT Equityworld 24

Equity World | Menjadi mapan secara finansial tentunya menjadi impian bagi sebagian besar orang. Yang dimaksud dengan mapan finansial di sini bukan berarti Anda kaya raya dan tidak memiliki utang.

Namun, lebih bagaimana strategi yang tepat dalam mengelola kekayaan yang Anda miliki agar bisa meraih kemapanan secara finansial. Dalam mencapai hal tersebut, tentunya Anda akan menjalani proses yang panjang untuk mencapainya.

Sering kali ada mitos-mitos yang malah akan menyesatkan Anda mengenai keuangan. Tak hanya membuat Anda salah dalam mengelola keuangan, mitos-mitos ini juga bisa menjauhkan Anda dari pencapaian mapan secara finansial yang menjadi impian.

Untuk itu, pentingnya mengetahui mitos-mitos tersebut agar nantinya Anda tidak percaya begitu saja.

1. Hidup Bahagia karena Banyak Uang

Selama ini banyak sekali mitos-mitos yang menyatakan jika dengan adanya uang dalam hidup akan membuat Anda lebih bahagia. Hal ini karena dengan adanya uang, Anda bisa mendapatkan semua hal yang disenangi.

Untuk itu, banyak orang yang menggunakan prinsip tersebut untuk mengejar uang. Namun, kebahagiaan tersebut sebenarnya dapat diperoleh tanpa harus dengan memiliki banyak uang. Kebahagian merupakan bentuk dari kasih sayang yang tak dapat dibeli dengan uang.

Bahkan, banyak kasus di mana uang malah membuat hidup orang menjadi tertekan dan akhirnya mengakhiri diri dengan bunuh diri. Hal ini membuktikan jika uang tak bisa menjadi sumber kebahagiaan yang abadi.

Bagi orang orang yang mengejar kesuksesan, uang bukanlah menjadi tujuan akhir karena hal tersebut tidak akan ada habisnya. Karena itu, jangan sampai ketamakan menjadi hal yang Anda dapatkan nantinya.

2. Banyak Uang Jadi Jaminan Bebas Utang dan Masalah

Banyak orang yang beranggapan jika banyaknya uang yang dimiliki akan menjauhkan dari utang dan masalah. Mitos ini tak sepenuhnya benar. Utang tetap akan sejalan dengan pemasukan yang Anda dapatkan kalau Anda tak bisa mengelola keuangan dengan benar.

Semakin besar pemasukan yang didapatkan biasanya juga berpengaruh terhadap gaya hidup yang dijalankan. Yang paling penting yang harus ditanamkan dalam diri adalah apakah utang yang dimiliki merupakan utang produktif yang bisa menghasilkan aset atau pendapatan bagi Anda.

Jika iya, tentunya akan sangat bermanfaat. Namun, jika utang yang dimiliki bersifat konsumtif, tentu saja akan menguras tabungan perlahan-lahan. Karena itu, pentingnya untuk mengendalikan diri saat Anda berhasil mengumpulkan kekayaan. Jika tidak, Anda akan menggunakan kekayaan tersebut untuk suatu hal yang konsumtif dan merugikan.

3. Tak Usah Lagi Bekerja Kalau Punya Banyak Uang

Terkadang orang bekerja bukan saja karena untuk mencari uang, melainkan juga lebih pada menghindari stigma dalam masyarakat yang terbiasa menghabiskan waktunya untuk bekerja. Bahkan, ada beberapa orang yang sudah kaya sekalipun tetap bekerja karena kultur masyarakat yang menuntutnya demikian.

4. Kenyamanan Bisa Didapat karena Banyak Uang

Banyak orang yang beranggapan bila dengan adanya uang, bisa menjamin kenyamanan sehari-hari. Banyak orang kaya yang mempekerjakan bodyguard untuk melindungi mereka. Bahkan, mereka juga melengkapi diri dengan berbagai fasilitas keamanan yang dapat menjaga mereka dari bahaya yang ada.

Sebenarnya, hal ini adalah hal wajar karena tidak ingin sesuatu hal buruk terjadi. Terkadang, ada beberapa hal yang tidak bisa dikontrol, misalnya, penyakit. Meskipun Anda menyewa bodyguard yang mahal, tak ada dari mereka yang bisa menyelamatkan Anda.

Mungkin Anda bisa mengikuti program asuransi untuk mendapat pengobatan. Namun, jika kematian sudah menjadi takdir, uang sekalipun tidak bisa menyelamatkan Anda.

Jangan Percaya dengan Mitos-Mitos yang Belum Tentu Benar

Agar bisa mencapai target keuangan yang diinginkan, tentunya dibutuhkan strategi yang tepat. Jangan cepat percaya dengan mitos-mitos keuangan yang belum tentu kebenarannya. Percayalah pada teori dan strategi yang tepat untuk kondisi finansial Anda. (Equity World)