Equity World | Mayday Mayday! Harga Emas Dunia Menukik ke Bawah US$ 2.000

PT Equityworld

Equity World | Harga emas dunia menukik tajam pada perdagangan Selasa (11/8/2020) hingga menembus ke bawah US$ 2.000/troy ons. Tanda-tanda membaiknya perekonomian AS memicu aksi ambil untung (profit taking) emas yang Jumat pekan lalu menyentuh level tertinggi sepanjang masa.

Pada pukul 13:35 WIB, emas merosot 1,66% ke US$ 1.993,68/troy ons, di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Pada Jumat lalu, harga emas dunia mencapai rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2.072,49/troy ons, tetapi setelahnya malah berbalik turun. Penyebabnya data tenaga kerja AS yang apik. Itu artinya, dari rekor tertinggi tersebut hingga level saat ini emas ambrol 3,8%

Departemen Tenaga Kerja AS hari ini melaporkan tingkat pengangguran di bulan Juli turun tajam menjadi 10,2% dari sebelumnya 11,1%.

Selain itu, sepanjang bulan lalu, perekonomian AS kembali menyerap tenaga kerja di luar sektor pertanian, yang dikenal dengan istilah non-farm payrolls, sebanyak 1,763 juta orang, lebih banyak ketimbang prediksi di Forex Factory sebesar 1,53 juta.

Data-data tersebut menunjukkan perekonomian AS mulai bangkit setelah nyungsep hingga mengalami resesi di kuartal II-2020 lalu.

Tidak hanya itu, rata-rata gaji per jam juga mengalami kenaikan 0,2% di bulan Juli setelah menurun dalam 2 bulan beruntun. Kembali naiknya rata-rata gaji berpeluang meningkatkan belanja konsumen atau belanja rumah tangga yang merupakan tulang punggung perekonomian AS. Belanja rumah tangga berkontribusi sekitar 70% terhadap produk domestic bruto (PDB) AS.

Selain itu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani empat perintah eksekutif pada Sabtu (8/8/2020) waktu setempat atau Minggu (9/8/2020) WIB. Salah satu dari empat perintah eksekutif itu berisi bantuan langsung kepada pengangguran senilai US$ 400 per pekan.

Bantuan senilai US$ 400 per pekan tersebut tentunya akan meningkatkan daya beli warga AS, yang lagi-lagi berpotensi memberikan dampak signifikan ke PDB.

Membaiknya pasar tenaga kerja serta kebijakan bantuan langsung dari Trump membuat harapan perekonomian AS akan segara bangkit, daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven) menjadi luntur sehingga memicu aksi profit taking. Harga emas pun menukik tajam.