Equity World | Menanti The Fed, Harga Emas Dunia Berpeluang Turun Hari ini

pt equityworld emas

Equity World | Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa (30/7/19) setelah mencatat penguatan dua hari beruntun. Meski demikian penguatan dalam dua hari tersebut tidak terlalu besar, dan harga emas masih “galau” antara menguat atau melemah.

Semakin dekatnya pengumuman suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) membuat emas semakin “galau”. Sebabnya pelaku pasar masih bertanya-tanya berapa kali Jerome Powell dan kolega akan memangkas suku bunga di tahun ini.

Pemangkasan suku bunga pada Kamis (1/8/19) dini hari nanti sudah pasti, dan harga emas sepertinya sudah price in atau sudah menakar pemangkasan tersebut. Yang belum pasti apakah pemangkasan masih akan berlanjut atau tidak? Jika berlanjut, berapa kali lagi suku bunga akan dipangkas?

Sedikit memberikan gambaran, European Central Bank (ECB) pada pekan lalu tidak terlalu dovish dan kemungkinan tidak akan ada pemangkasan suku bunga yang banyak serta program pembelian aset (obligasi dan surat berharga) dalam jumlah besar.

Hal senada diungkapkan Bank of Japan (BOJ) pagi tadi. BOJ masih mempertahankan kebijakan moneternya, dan menyatakan tidak akan ragu untuk menambah stimulus jika kondisi ekonomi memburuk. Pernyataan tersebut masih sama dengan sebelumnya, sementara pelaku pasar mengharapkan BOJ akan memberikan gambaran akan stimulus akan digelontorkan.

Dengan kondisi ekonomi zona euro dan Jepang yang tidak lebih baik dari AS, ECB dan BOJ mengambil sikap yang tidak terlalu dovish.

Kondisi ekonomi AS cukup bagus, pertumbuhan ekonomi kuartal-II 2019 meski melambat namun masih lebih tinggi dari prediksi pelaku pasar.

Hal tersebut membuat peluang The Fed tidak akan agresif dalam memangkas suku bunga semakin menguat. Belum lagi pandangan dari Ketua The Fed sebelum Powell, yakni Janet Yellen.

“Saya pikir terkait dengan risikonya (pelambatan ekonomi), saya cenderung untuk memangkas (suku bunga) sedikit. Saya tidak melihat ini sebagai awal dari siklus pelonggaran moneter, kecuali terjadi perubahan kondisi ekonomi” kata Yellen, sebagaimana dikutip CNBC International.

Seberapa dovish The Fed akan terjawab Kamis dini hari nanti, hingga saat itu tiba harga emas masih akan “galau”, bergerak naik turun tetapi tidak terlalu besar. Pada pukul 13:35 WIB, emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.425,20/troy ounce atau Rp 642.256/gram (kurs US$ 1 = Rp 14015). (Equity World)