Equity World | Muntah? Ini 7 Gangguan Kesehatan yang Paling Sering Jadi Penyebabnya

pt equityworld

Equity World | Saat perutmu tiba-tiba bergolak dan memaksamu untuk muntah, hal pertama yang kamu pikirkan tentu adalah bagaimana untuk segera menuntaskannya. Selanjutnya? Kamu akan berpikir apa yang menjadi penyebabnya.

Kamu pun akan mengingat-ingat apa yang salah dari rutinitas sehingga menyebabkan isi perutmu mendadak berhamburan keluar hingga membuatmu merasa luar biasa lemas. Masuk angin? Salah makan? Hamil?

Tentu, ada sangat banyak kemungkinan yang membuatmu dalam kondisi ini. Adapun beberapa gangguan kesehatan yang sangat umum menjadi penyebabmu dan bisa jadi pertimbanganmu adalah sebagai berikut.

1. Reaksi Alergi pada Makanan yang Dikonsumsi

Menurut American Academy of Allergy Asthma & Immunology (AAAI), ketika kamu alergi pada makanan tertentu maka sistem imun pun memberi reaksi yang berlebihan pada protein yang terkandung dalam makanan tersebut. Gejala yang ditimbulkan antara lain nyeri perut, diare, kulit bengkak, kulit gatal, dan muntah.

Biasanya, muntah mengindikasikan gejala bahwa kadar alergimu cukup parah. Umumnya dokter akan merekomendasikanmu untuk membawa auto-injectable epinephrine, seperti Epi Pen, sebagai antisipasi. Namun, bila kadar alergimu masih tergolong rendah, dokter biasanya hanya akan merekomendasikanmu untuk membawa antihistamine ke mana-mana sebagai tindakan preventif.

2. Migrain

Siapa bilang migrain hanya bikin sensasi tidak menyenangkan di kepala? Dikutip dari Mayo Clinic, rupanya kapan saja otak terganggu, maka muntah adalah hal yang tidak akan terhindarkan.

Pun ketika migrain, kamu juga bisa mengalami berbagai gejala lain seperti mual hingga sensitif terhadap cahaya dan suara. Untuk mengatasi kondisi ini pun ada banyak cara yang dapat dilakukan. Terutama bila kamu mengalami migrain yang dibarengi dengan demam, mati rasa, leher yang terasa kaku, sakit kepala setelah benturan, sakit kepala yang semakin menjadi-jadi setelah batuk atau membuat gerakan tiba-tiba, jangan menunda untuk segera mendapat tindakan dokter.

3. Mabuk kendaraan atau perjalanan

Bagi beberapa orang, seberapa sering pun melakukan perjalanan bukan berarti jaminan bahwa tidak akan mengalami mabuk kendaraan. Entah perjalanan darat, laut, maupun udara, mabuk kendaraan bisa saja terjadi disertai keringat dingin dan mual.

Menurut penjelasan National Library of Medicine, otak segera memproses sinyal yang didapat dari telinga, mata, otot, dan persendian dan menyimpulkan bahwa kamu tengah dalam perjalanan. Namun, bila sinyal-sinyal yang diberikan ini tidak sesuai, jadilah kamu mabuk kendaraan.

4. Flu perut

Asing dengan istilah ini? Flu perut (disebut juga gastroenteritis) adalah kondisi ketika perut (lambung) mengalami iritasi. Akibatnya, kamu akan mengalami muntah, mual, diare berair, kram perut, bahkan tak terkecuali demam. Penyebabnya adalah virus dan bakteri dan sering pula disebut sebagai kondisi keracunan makanan.

Biasanya, gejala flu perut baru muncul satu sampai tiga hari setelah terinfeksi. Beberapa orang mengalami gejala ini selama satu atau dua hari, tetapi beberapa orang juga ada yang sampai harus menderita selama sepuluh hari.

Untuk menanggulanginya, pastikan kamu tetap terhidrasi dengan baik dan istirahat yang cukup. Bila kamu terus menerus muntah selama dua hari, menunjukkan gejala dehidrasi, dan demam tinggi, segera pergi ke dokter.

5. Radang usus buntu

Selain muntah, gejala lain yang sangat jelas menunjukkan bahwa kamu tengah mengalami radang usus buntu adalah rasa sakit tiba-tiba pada bagian perut. Persisnya, rasa sakit ini menjalar dari sisi perut kanan bawah atau di sekitar pusar. Rasa sakit ini pun akan semakin parah bila kamu batuk, jalan, atau bahkan saat membuat gerakan tertentu.

Radang usus buntu bukanlah hal yang tidak perlu diseriusi. Bahkan, penyakit ini berpotensi membahayakan nyawa bila usus buntu sampai pecah. Karena itu, pergilah ke dokter sesegera mungkin bila kamu mengalami gejala radang usus buntu.

6. Asam lambung

Ada kalanya, asam lambung justru naik kembali menuju esofagus. Ketika ini terjadi, asam dapat mengiritasi dinding esofagus yang menyebabkan sensasi terbakar di sekitar dada dan ulu hati (heartburn), nyeri di dada, susah menelan, muntah, dan sebagainya.

Namun, muntah yang kamu rasakan bila dikarenakan oleh asam lambung yang naik sedikit berbeda dibandingkan muntah pada umumnya. Pada kondisi asam lambung, makanan yang kamu telan dengan cepat akan kembali naik ke mulut untuk dimuntahkan, sedangkan pada kondisi muntah yang lebih umum terjadi adalah makanan baru akan kembali dimuntahkan setelah sebelumnya sempat dicerna dahulu.

7. Gejala hamil

Bagi wanita yang telah melakukan hubungan seksual, muntah juga bisa jadi gejala hamil. Dikenal dengan istilah morning sickness, situasi tidak mengenakkan ini sangat umum dialami oleh hampir setiap wanita hamil, terutama pada fase trimester pertama.

Walau sangat wajar, para ahli pun belum benar-benar menemukan penyebab utama morning sickness. Sejauh ini, peranan hormon masih menjadi dugaan yang paling kuat, terutama estrogen dan hCG.

Muntah, sesedikit dan sejarang apa pun dialami, tetaplah merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan. Penanganan yang perlu dilakukan pun beragam. Untuk itu, pastikan kamu mengetahui dulu ya, apa penyebab utama muntah yang kamu alami agar tidak menimbulkan risiko yang lebih besar. (Equity World)