Equity World | Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk mencatat kenaikan cukup tajam pada Selasa lalu, hingga menyentuh level tertinggi 6 pekan. Tetapi setelahnya malah dibanting dua hari beruntun.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, harga emas batangan hari ini turun Rp 8.000/gram setelah turun Rp 3.000/gram kemarin dan berada di level terendah sejak 16 Agustus lalu.

Emas dengan berat 1 gram dijual Rp 942.000/batang, secara persentase turun 0,84%. PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Berat Harga Dasar Harga NPWP (+Pajak 0.45%) Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr 521,000 523,000 525,000
1 gr 942,000 9 46,000 950,000
2 gr 1,824,000 1,832,000 1,840,000
3 gr 2,711,000 2,723,000 2,735,000
5 gr 4,485,000 4,505,000 4,525,000
10 gr 8,915,000 8,955,000 8,995,000
25 gr 22,162,000 22,261,000 22,361,000
50 gr 44,245,000 44,444,000 44,643,000
100 gr 88,412,000 88,809,000 89,207,000
250 gr 220,765,000 221,758,000 222,751,000
500 gr 441,320,000 443,305,000 445,291,000
1000 gr 882,600,000 886,571,000 890,543,000

Harga emas dunia yang berbalik turun dalam 2 hari terakhir membuat emas Antam dibanting. Kemarin, harga emas dunia berakhir melemah 0,66% sehari sebelumnya minus 0,14%.

Penurunan tersebut terjadi setelah melesat 1,4% di awal pekan, dan penantian pertemuan Jackson Hole di Amerika Serikat (AS) Jumat besok.

Ketua bank sentral AS (The Fed), Jerome Powell, diperkirakan akan memberikan detail kapan dan bagaimana tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) akan dilakukan.

Saat ini pelaku pasar masih belum yakin apakah Powell akan mengumumkan tapering di tahun ini, atau malah mundur tahun depan, sebab perekonomian AS sedang dihantam penyebaran virus corona delta.

“Para investor emas sedang menunggu saat ini, sampai mereka mendapat kejelasan di pertemuan Jackson Hole,” kata Michael Matousek, kepala trader di Global Investor AS, sebagaimana dilansir CNBC International, Rabu (25/8/2021).

“Setelah Jackson Hole akan berakhir di pekan ini, anda mungkin akan melihat berlanjutnya kenaikan harga emas seperti yang kita lihat dalam beberapa pekan terakhir,” tambah Matousek.