Equity World, Presiden AS, Obama terseret kasus di akhir musim jabatannya. Obama dituding mengirim duit se gede Rupiah 5,2 triliun, dengan cara diam-diam ke Iran. Duit itu diduga buat membebaskan 4 warganya yg disandera.

Dalam laporan yg dirilis Wall Street Journal (WSJ), duit tersebut diterbangkan ke Iran dgn memanfaatkan pesawat kargo, terhadap Januari 2016. Tidak cuma dollar, AS serta memanfaatkan sebanyak mata duit lain.

“Palet kayu ditumpuk bersama euro, Franc Swiss & mata duit yang lain, yg selanjutnya diterbangkan ke Iran bersama pesawat kargo tidak dengan tanda. AS mendapati duit dari bank sentral Belanda & Swiss,” begitu bunyi laporan WSJ.

Equity World: Obama membayar duit tebusan ke Ayatullah Khomaeni

Senator asal Republik dari Arkansas, Tom Cotton, yg dikenal juga sebagai pengkritik keras kesepakatan nuklir Iran, menuduh Obama membayar duit tebusan ke Ayatullah Khomaeni buat membebaskan sandera AS.

Lantaran, pengiriman duit itu bersamaan bersama dilepasnya empat masyarakat AS yg dipenjara di Teheran. Pengiriman itu pun datang kepada saat yg sama bersama pembuatan formal dari perjanjian nuklir yg bersejarah diraih antara Teheran, AS & kemampuan dunia yang lain.

Utk menyelidiki dugaan pelanggaran yg amat serius itu, Senator Republik yang lain dari Ohio, Bill Johnson bakal memanggil Ketua Parlemen, Paul D Ryan buat menunjuk suatu komite husus.

Satu Orang petinggi keamanan AS serta-merta membantah tudingan itu. Ia mengemukakan, kehadiran pesawat kargo bersama pembebasan keempat penduduk AS hanyalah kebetulan semata. “Tidak ada interaksi antara pembayaran & pertukaran tahanan.

Equity World: Pembebasan sandera merupakan kebetulan, bukan sesuatu yg disengaja

Kesamaan dikala antara kehadiran pesawat kargo bersama pembebasan sandera merupakan kebetulan, bukan sesuatu yg disengaja, lebih-lebih berdasarkan satu buah perjanjian,” kata petinggi itu.

Pemerintah AS sendiri telah membantahnya dengan cara resmi. Menurut pihak Kementerian Luar Negeri, duit itu ialah bidang dari perjanjian senilai 1,7 miliar dollar AS atau setara Rupiah 22,3 triliun yg dimanfaatkan buat menyelesaikan kesepakatan senjata yg ditandatangani sebelum revolusi Iran th 1979.

“Seperti yg sudah kami jelaskan, bahwa duit itu terpisah dari negosiasi berkaitan penduduk Amerika Serikat yg dibebaskan,” kata juru berkata Kementerian Luar Negeri, John Kirby.

PT EQUITYWORLD FUTURES