Equity World | Pecah Telor! Emas Tembus US$ 2.000/oz

PT Equityworld

Equity World | Harga emas global hari Selasa (4/8/2020) akhirnya menembus US$ 2.000/troy ons, Ini merupakan rekor baru di tengah penguatan yang terus terjadi akibat ketidakpastian ekonomi yang terjadi.

Harga emas meningkat 30% tahun ini karena wabah corona (Covid-19). Pandemi ini melemahkan perekonomian dan mengaburkan prospek keuangan global.

Investor juga terbebani kekhawatiran akan diloloskannya stimulus lain untuk menunjang ekonomi AS. Sejauh ini Kongres AS belum mengetok kata sepakat meski negosiasi dilakukan berhari-hari.

“Harga emas dipandang sebagai peluang pembelian,” kata Commerzbank dalam sebuah analisis.

“Ini tidak mengherankan mengingat tingginya jumlah kasus Covid-19 yang sedang berlangsung, kebuntuan yang berkelanjutan di Kongres AS atas paket bantuan ekonomi tambahan, tingkat suku bunga riil negatif yang semakin meluas, dan pasar saham yang bernilai tinggi.”

Equity World | Target Harga Emas Selanjutnya: US$ 2.200/oz!

Equity World | Tadi malam merupakan momen bersejarah bagi emas. Harga sang logam mulia akhirnya mencetak rekor tertinggi barunya dalam sejarah. Emas sudah berada di atas US$ 2.000/troy ons dan pagi ini, Rabu (5/7/2020), reli masih berlanjut.

Pada perdagangan kemarin di pasar spot harga emas melesat 2,1% dan ditutup di US$ 2.018,1/troy ons. Pagi ini pada 07.25 WIB, harga emas masih lanjut menguat dengan apresiasi sebesar 0,29% ke US$ 2.024,4/troy ons.

Reli tak terbendung emas sejak awal tahun membuat harga emas hingga pagi ini sudah menguat sebesar 33,35%. Penguatan emas tak terlepas dari faktor fundamentalnya yang kokoh.

Sebagai aset safe haven, emas mendapat berkah dari resesi global di tahun 2020 ini. Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) membuat ekonomi dunia porak poranda.

Ditambah lagi ketegangan antara AS-China masih terus berlanjut. Dinamika ini membuat investor mulai mencari suaka untuk menyelematkan diri. Emas menjadi salah satu barang yang paling diminati.

Faktor fundamental lainnya yang juga mendorong harga emas naik lebih tinggi adalah suku bunga acuan yang rendah dan suku bunga riil yang sudah masuk zona negatif. Hal ini pada akhirnya membuat opportunity cost memegang aset tak berimbal hasil seperti emas jadi minim dan bullion jadi kian menarik.

“Imbal hasil surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun mencapai level yang terendah di 0,5% dan untuk tenor 30-tahun imbal hasilnya berada di 1,1888%. Ini adalah posisi terendah yang cukup signifikan di sini. “kata  kepala strategi global TD Securities, Bart Melek kepada Kitco.

Di sisi lain, rendahnya suku bunga acuan dan injeksi likuiditas besar-besaran oleh bank sentral global terutama the Fed melalui quantitative easing berpotensi memicu terjadinya lonjakan inflasi di masa depan. Sebagai aset lindung nilai (hedging) dari devaluasi uang, tentu emas menjadi semakin menarik.

Kini emas sudah melampui level US$ 2.000/troy ons. Streible mengatakan target selanjutnya harga emas berada di level US$ 2.200/troy ons.

“Sepertinya semakin banyak orang berbicara tentang angka bulat, semakin mereka menjadi seperti ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya. Setelah mencapai US$ 1.921, lanjut ke $ 2.000, “katanya.

“US$ 2.200 adalah level resistance berikutnya berdasarkan level breakout di US$ 1.857 untuk konsolidasi terbaru berdasarkan ekstensi Fibonacci-nya.” tambah Streible.