Equity World | Sembari Nunggu Jodoh, Lebih Untung Investasi Tanah atau Beli Rumah Lewat KPR, Ya?

pt equityworld

Equity World | Saat teman seumuranmu sudah banyak yang menikah dan punya anak, sementara kamu masih sendirian aja, artinya masih banyak kesempatan buatmu untuk menata masa depan. Jika kamu sudah punya cukup penghasilan untuk berinvestasi, kenapa nggak diarahkan untuk membeli aset properti seperti tanah atau rumah? Keduanya memang sama-sama memberi keuntungan jangka panjang karena harganya bakal meningkat tiap tahunnya.

Nah, agar kamu nggak kebingungan untuk menentukan, alangkah lebih baik simak dulu perbandingan investasi tanah dan juga rumah berikut ini yuk!

1. Secara harga, tanah memang lebih murah ketimbang rumah

Harga tanah kosong 20 persen lebih murah jika dibandingkan dengan tanah yang sudah dibangun di area dan luas yang sama. Nah, kalau danamu masih terbatas dan belum mampu membeli rumah yang harganya lebih mahal, maka investasi tanah bisa jadi pilihan. Kelak tanah yang kamu punya ini tinggal dibangun rumah kalau uangmu sudah mencukupi.

2. Tanah punya capital gain yang tinggi, harganya meningkat setiap tahunnya

Harga tanah bisa meningkat sekitar 20-25 persen setiap tahun. Artinya, jika kamu beli tanah sekarang, lima tahun mendatang harganya bisa melonjak hingga dua kali lipatnya. Nah tapi, biar capital gain yang kamu dapatkan lebih maksimal, lokasi tanah yang dibeli juga harus diperhatikan. Jika kamu beli tanah yang ada di daerah berkembang, maka bukan nggak mungkin kalau kenaikan harganya mencapai 100-200 persen. Sebaliknya, kalau kamu beli tanah di daerah yang agak terpencil, bisa jadi kamu agak kesulitan untuk menjualnya.

3. Sambil menunggu harganya meningkat, tanah bisa dialokasikan untuk bisnis lain

Jangan biarkan lahan kavlingmu jadi lahan tidur alias nggak berkembang. Biar uangmu bisa muter, tanah yang kamu miliki bisa dimanfaatkan untuk bisnis sembari menunggu harganya meningkat. Misalnya, menjadikannya sebagai ladang perkebunan yang dikelola olehmu sendiri. Atau, kalau lokasi tanah yang kamu beli dekat dengan kampus, perkantoran, atau tempat perbelanjaan, manfaatkan saja sebagai lahan parkir. Dengan begitu, kamu tetap bisa dapat keuntungan sambil menunggu harga tanah naik drastis atau mungkin dibangun rumah kelak.

4. Biaya perawatan tanah itu murah, tapi harus diberi batas yang jelas agar nggak disalahgunakan

Tanah kavling nggak butuh perawatan yang sulit apalagi biaya tambahan secara berkala. Namun, kamu tetap harus berhati-hati dalam menjaga aset ini. Kalau perlu, pagari wilayah tanah yang kamu punya. Sewalah seseorang untuk menjaga sambil menanami tanah biar nggak mangkrak begitu saja. Cara ini dilakukan biar tanah kavlingmu nggak disalahgunakan orang lain.

5. Rumah lebih mudah dijual, diagunkan ke bank atau disewakan sambil menunggu dapat keuntungan yang lebih besar

Aset properti berupa rumah relatif lebih mudah dijual kembali. Karena kebanyakan orang lebih suka tinggal di rumah sendiri ketimbang rusun atau apartemen. Kenaikan harga rumah pertahunnya berkisar antara 15-20 persen. Nah, kalau kamu lagi butuh dana besar, maka rumah yang kamu punya ini akan lebih mudah untuk dijual ketimbang jual tanah. Atau rumahmu juga bisa diagunkan untuk mengambil kredit di bank.

6. Rumah bisa langsung ditinggali, tinggal mikir cicilan, beli perabotan, dan cari pasangan

Bagimu yang memang membeli rumah untuk diinvestasikan, biasanya rumah ini dimanfaatkan untuk menjalankan bisnis. Misalnya sebagai gudang untuk usaha kecil atau dikontrakkan pada orang lain. Namun, selain untuk investasi, kepemilikan rumah juga bisa kamu manfaatkan langsung sebagai tempat tinggal. Meski harus merogoh kocek cukup dalam, tentram rasanya jika selagi muda kamu sudah punya rumah tinggal. Tinggal nunggu pasangan buat menghuninya aja, ‘kan?

7. Sebanding dengan keuntungannya, biaya perawatan rumah juga cukup besar

Salah satu catatan besar yang perlu kamu pertimbangkan untuk membeli rumah selain modal yang besar adalah biaya perawatan. Akan ada masalah pada bangunan yang kamu temukan, mulai dari cat yang mengelupas, hama rayap, genteng bocor, dan sebagainya. Masalah-masalah ini harus segera diperbaiki agar harga rumahmu tetap stabil. Belum lagi jika rumahmu berada di area kompleks perumahan, maka kamu pun harus mengeluarkan biaya lain seperti iuran keamanan dan kebersihan.

Baik tanah maupun rumah, keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing yang perlu jadi pertimbangan sebelum menjadikannya sebagai investasi. Apa pun pilihanmu, baiknya sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan. (Equity World)