Equity World | Studi Ungkap Parasit Malaria Dulunya Tidak Berbahaya untuk Manusia

pt equityworld

Equity World | Malaria sudah bertahun-tahun menjadi penyakit menular yang menghantui warga global. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2016 setidaknya dilaporkan ada 216 juta kasus malaria dengan angka kematian mencapai sekitar 445 ribu jiwa.

Namun tahukah kamu bahwa sebetulnya penyakit mematikan tersebut menurut peneliti dulu tidak berbahaya untuk manusia. Dipublikasi dalam jurnal Nature Microbiology para peneliti dari Wellcome Sanger Institute menemukan bukti genetik bahwa parasit malaria mulai berevolusi untuk menginfeksi manusia sejak 50 ribu tahun lalu.

Dengan memeriksa genetik dari tujuh tipe parasit peneliti melihat bahwa malaria baru memiliki kemampuan menginfeksi manusia sekitar 3-4 ribu tahun lalu. Parasit berevolusi untuk bisa menyusup ke dalam sel darah merah.

“Studi kami menggabungkan beberapa kejadian yang berujung pada puncak kritis di mana parasit tidak hanya bisa masuk tetapi juga tinggal di dalam manusia, berkembang biak, dan disebarkan oleh nyamuk,” kata pemimpin studi Dr Matt Berriman seperti dikutip dari BBC, Kamis (24/5/2018).

Awalnya parasit malaria ini diketahui hanya menginfeksi hewan seperti gorila atau simpanse. Namun ketika populasi manusia semakin bertambah parasit pun mulai belajar untuk mencari rumah baru.

“Saat ini orang-orang berpikir bahwa malaria adalah penyakit manusia, mereka lupa bahwa ini adalah penyakit zoonotik yang berhasil menembus batas antar spesies 50 ribu tahun lalu dan berevolusi untuk menjadi salah satu penyakit mematikan bagi manusia,” komentar Profesor Janet Hemingway dari Liverpool School of Tropical Medicine.

Equity World | Sejak Merdeka Hingga Sekarang, Indonesia Masih Berupaya Eliminasi Malaria

Equity World | Setiap tanggal 25 April dunia memperingati Hari Malaria Sedunia, termasuk Indonesia. Namun sayangnya, malaria masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia.

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit Plasmodium. Biasanya nyamuk ini berkeliaran pada malam hari.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI, dr Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc mengatakan bahwa Indonesia masih berupaya untuk mengeliminasi malaria sejak presiden pertama, Soekarno hingga presiden saat ini, Joko Widodo.

“Eliminasi malaria adalah suatu upaya untuk menghentikan penularan malaria setempat,” ujarnya saat press briefing di Gedung Adyatma Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/4/2018).

dr Jane menyebutkan bahwa ada peningkatan titik eliminasi malaria di berbagai kabupaten Indonesia. Pada tahun ini, masih ada 229 kabupaten yang masih berkutat dengan kasus malaria.

“72 Persen penduduk Indonesia tinggal di tempat yang bebas malaria. Masih ada 10,7 persen masyarakat yang tinggal di daerah endemik menengah dan tinggi yang harus kita bantu, seperti di Papua, Papua barat, dan NTT,” tuturnya.

Maka dari itu, diharapkan pada tahun 2009 sudah mencapai 300 kabupaten dan kota yang eliminasi malaria dan pada tahun 2030 sudah mencapai eliminasi di seluruh Indonesia, seperti komitmen Presiden Joko Widodo. (Equity World)