Equity World – Burkina Faso di Afrika Barat sudah meminta Bayer CropScience utk mempermudah membuahkan rekayasa genetika kapas biarpun pemerintah belum memutuskan utk berakhir menanam dari benih yg dihasilkan oleh Monsanto Co, perusahaan benih paling besar didunia.

Hingga waktu ini, negeri pembuat kapas paling besar di Afrika ini cuma menanam kapas konvensional utk masa ini, tapi tak mengesampingkan bisa jadi buat menanam kapas rekayasa genetika, menurut Wilfried Yameogo, managing director SOFITEX, perusahaan yg dikuasai negeri, pengguna paling besar di negeri Afrika Barat.

Ide ini telah muncul sejak bln April panjang serat kapas Monsanto terdegradasi, yg menciptakan pendapatan turun tatkala tiga periode berturut-turut. Namun seandainya Monsanto sanggup mengembalikan mutu tanaman, pemerintah dapat memberitahu petani utk konsisten meneruskan penanaman kapas rekayasa genetika, kata Yameogo.

Equity World – Burkina Faso Akan Tanam Kapas Hasil Rekayasa Genetika Yang Berserat Lebih Panjang

“Jika kami menemukan kesepakatan bersama Monsanto kita bakal kembali terhadap mereka,” kata Yameogo dalam satu buah wawancara di Bobo-Dioulasso. “Jika kita tak mampu menemukan solusi, kami bakal mencari perusahaan technologi yg tidak sama utk mengembangkan kapas rekayasa genetika.”

Yameogo mengemukakan industri kapas tetap bernegosiasi bersama Monsanto, sbg kastemer & pembuat memperkirakan mereka sudah kehilangan 48 miliar CFA franc ($ 82.000.000) tatkala tiga periode terakhir.
“Para pedagang yg membeli kapas kami mempunyai keraguan menyangkut panjang serat & dapat senantiasa memaksakan potongan harga,” kata Yameogo. “Kami tak lagi bisa menciptakan keuntungan yg tepat.”

SOFITEX ialah yg costumer paling besar dari tiga konsumen kapas di Burkina Faso yg masing-masing memegang monopoli regional. Perusahaan dapat membeli 600.000 ton kapas dari petani di sebelah barat negeri ini, utk periode panen akan datang, sedikit di bawah target pemerintah adalah 700.000 ton.

Burkina Faso sudah membuahkan kapas yg dikembangkan oleh Monsanto sejak thn 2003 & dipanen 630.000 ton serat di periode 2015-2016. Tetangganya Mali yaitu pembuat paling besar ke-2 di kawasan itu, sementara Pantai Gading menempati urutan ke-3. Equity World