Equity World | Harga emas diperkirakan bakal terus menguat pada perdagangan Pekan ini. keyakinan ini usai melihat realisasi harga emas di pekan kemarin yang mampu membukukan kenaikan mingguan terbaik dalam enam pekan terakhir.

Pada pekan kemarin, harga emas mampu mendobrak level downtrend dan mampu mencetak angka tertinggi dalam lima bulan. Hal ini dipengaruhi oleh ketakutan akan angka inflasi yang diperkirakan akan menguat.

Para analis dan investor melihat bahwa harga konsumen di AS menunjukkan kenaikan tahunan sebesar 6,2 persen. Angka ini merupakan angka tertinggi dalam lebih dari 30 tahun.

“Banyak investor telah menunggu saat seperti ini. Emas melakukan persis apa yang seharusnya dilakukan, yaitu melindungi investor dari kenaikan angka inflasi,” kata kepala analis Blue Line Futures, Philip Streible dikutip dari Kitco, Senin (14/11/2021).

Harga emas untuk pengiriman Desember diperdagangkan pada USD 1.865,80 per ounce, naik hampir 2,7 persen sepanjang pekan lalu.

Minggu ini 18 analis Wall Street berpartisipasi dalam survei emas Kitco News. Di antara jumlah tersebut sebanyak 15 analis atau 83 persen menyerukan harga emas naik minggu ini.

Pada saat yang sama, dua analis, atau 11 persen memperkirakan akan bearish pada emas dalam waktu dekat dan satu analis atau 6 persen netral pada harga.

Sementara itu, Sebanyak 1.018 suara diberikan dalam jajak pendapat Main Street online. Dari jumlah tersebut, 722 responden atau 71 persen mengincar emas untuk naik minggu ini.

Sebanyak 165 lainnya atau 16 persen mengatakan harga emas dunia akan lebih rendah. Sementara 131 pemilih atau 13 persen mengatakan harga emas akan mendatar.