Equity World | Waspada, 5 Hal Ini Bisa Bikin Baterai Smartphone Meledak

PT Equityworld 4

Equity World | Smartphone bisa saja memiliki fitur yang semakin canggih lagi. Termasuk kecanggihan yang terdapat pada perangkat kerasnya. Salah satu contohnya baterai, walaupun benda yang satu ini semakin memiliki kapasitas besar namun besarnya kapasitas juga terkadang tidak sebanding dengan keamanannya. Terbukti dari beberapa kasus meledaknya baterai yang justru dialami oleh smartphone-smartphone terbaru.

Maraknya ponsel meledak belakangan memang membuat banyak pengguna smartphone gempar. Faktornya bisa saja dari perusahaan ataupun pengguna yang memakainya secara tidak teratur.

1. Baterai smartphone pada dasarnya berbahaya.

Di dalam lithium-ion (Li-ion) terdapat namanya poros polypropylene yang berguna mengamankan unsur listrik di dalam baterai. Hal tersebut menjadi penting karena jika tidak, unsur listrik Li-ion akan menjadi sangat panas (overheat) dan membahayakan. Belum lagi Li-ion juga diisi dengan elektrolit yang mudah terbakar. Jadi, jika pemakaian baterai pada smartphone tidak pada semestinya maka sangat wajar jika Li-ion dapat menjadi ‘bom waktu’.

Namun mengapa smartphone masa kini rata-rata menggunakan baterai berjenis Li-ion? Hal tersebut dikarenakan Li-ion memiliki daya lebih besar, ketahanan yang lebih kuat dan lebih efisien. Namun menggunakan baterai Li-ion juga sebenarnya memiliki resiko yang besar seperti penjelasan di atas. Itu juga yang menjadi alasan kenapa di pom bensin tidak diperkenankan untuk bermain ponsel.

2. Cacat produk

Meledaknya baterai juga bisa disebabkan kecacatan produksi dari perusahaannya sendiri. Li-ion merupakan baterai yang sensitif, tentu perlu pertimbangan yang matang dalam pembuatannya. Itu mengapa jika baterai ponsel rusak maka disarankan untuk membeli baterai asli. Hal tersebut meminimalisir terjadinya produk yang cacat. Namun tidak menutup kemungkinan pihak perusahaan juga melakukan kesalahan dalam memproduksi baterai, baik itu karena desain smartphone itu sendiri maupun kondisi fisik baterainya.

Contohnya salah satu produk smartphone asal Korea juga pernah melakukan penarikan kembali atas produksi ponselnya yang dinilai melakukan kesalahan. Kondisi fisik baterai yang tidak memiliki cukup ruang antara pelindung dan unsur listrik menjadi penyebab utamanya. Hal tersebut menyebabkan terjadinya hubungan arus pendek.

3. Kerusakan dikarenakan pengguna.

Walaupun sudah dirancang dengan baik oleh perusahaan, namun faktor lainnya yang tidak kalah penting ialah berasal dari penggunannya sendiri. Hal sepele seperti menjatuhkannya, mendudukinya, dan lain sebagainya dalam jangka panjang dapat merusak perangkat-perangkat ponsel termasuk baterai. Waspadai juga pemakaian smartphone kamu ketika berada di luar ruangan. Cuaca di luar ruangan terutama Indonesia cenderung panas, hal tersebut tentu bisa memicu kerusakan kondisi baterai.

4. Masalah ketika charging.

Kasus meledaknya baterai paling banyak terjadi saat smartphone dimainkan dan dicas secara bersamaan. Tentu hal tersebut akan membuat smartphone menjadi overheat. Hal pertama yang harus diperhatikan ialah perangkat charger-nya. Pemberian arus yang tidak sesuai dengan yang diterima smartphone membuat baterai perlahan akan rusak apalagi jika menggunakan portable charge atau power bank secara terus menerus. Belum lagi seringnya cabut pasang smartphone saat daya baterai belum penuh, hal tersebut mengganggu kalibrasi atau keseimbangan pengecasan.

Hal yang paling sering terjadi lainnya ialah ketika dicharge smartphone dilakukan semalaman dan menyimpannya di tempat kedap udara seperti bawah bantal. Pertama, jangka waktu pengisian baterai sebaiknya cukup dilakukan sekitar 2 jam. Kedua, menyimpan di bawah bantal akan menyebabkan baterai overheat. Jika keduanya sering dilakukan secara bersamaan maka bukan hal yang mustahil bila smartphone akan meledak sewaktu-waktu.

5. Persaingan antar produsen baterai.

Di balik pesatnya perkembangan baterai smartphone terdapat kewaspadaan yang harus diperhatikan. Ketatnya persaingan membuat banyak produsen baterai nakal yang memilih untuk mematok harga yang jauh lebih murah. Disebut nakal karena salah satu faktornya antara lain dengan mengganti komponen-komponen baterai dengan kualitas yang lebih rendah. Hal tersebut tentu akan berdampak buruk bagi baterai smartphone. (Equity World)