Equityworld Futures | 5 Risiko kesehatan jika kamu kecanduan nonton TV, waspada ya

PT Equityworld Futures 1017401

Equityworld Futures | Sudah menjadi kebiasaan bahwa tiada hari tanpa menonton televisi. Televisi menyala tidak hanya di waktu santai, namun terkadang mengiringi pekerjaan seseorang. Di Indonesia, televisi bahkan menjadi media terpopuler. Berdasarkan survei Nielsen, 95 persen masyarakat Indonesia gemar menonton televisi.

Fungsi televisi memang beragam, dapat mendidik sekaligus sebagai wahana pelepas stress. Namun sekarang orang-orang menonton televisi secara berlebihan. Padahal banyak risiko yang bisa terjadi akibat kecanduan menonton televisi. Berikut 5 resiko kesehatan akibat kecanduan menonton televisi.

1. Obesitas.

Berdasarkan survei Departemen Nutrisi, Harvard, pada 50.000 wanita paruh baya, setiap dua jam menonton televisi meningkatkan 23 persen risiko obesitas. Hal ini dikarenakan kurangnya gerak ketika menonton televisi.

2. Meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe dua dan gangguan peredaran darah.

Penelitian dari Harvard menemukan bahwa menonton televisi lebih dari dua jam sehari meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe dua. Selain itu peredaran darah menjadi tidak lancar jika berlama-lama menonton televisi.

3. Kematian dini.

Asosiasi Jantung Amerika melakukan penelitian mengenai kebiasaan nonton televisi pada 13.000 partisipan. Penelitian tersebut menemukan bahwa orang dewasa yang menghabiskan waktu lebih dari tiga jam didepan televisi dapat meningkatkan risiko kematian dua kali lebih besar. Wah ngeri juga.

4. Penurunan produksi sperma.

Untuk kaum pria, kecanduan menonton televisi dapat mempengaruhi tingkat kesuburan. Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard pernah melakukan penelitian pada 189 pria usia 18-22 tahun tentang kebiasaan menonton televisi. Penelitian tersebut menemukan bahwa mereka yang menonton televisi lebih dari 20 jam seminggu dapat berisiko penurunan setengah produksi sperma dari biasanya. Sedangkan mereka yang suka berolahraga 15 jam seminggu akan meningkat produksi spermanya.

5. Tidak bisa bertahan melawan kanker usus besar.

Penelitian pada tahun 2014 yang dimuat dalam Jurnal Onkologi Klinis Amerika Serikat, menyatakan terlalu banyak menonton televisi berdampak pada angka pertahanan diri bagi mereka yang menderita kanker usus besar. Mereka yang secar rutin menonton televisi lebih dari lima jam per minggu mempunyai risiko 22 persen lebih besar meninggal karena kanker usus. Sedangkan mereka yang beraktivitas fisik seperti berenang, menari, bermain golf dan lain sebagainya mempunyai risiko 20 persen lebih rendah terhadap masalah kesehatan termasuk kanker usus. (Equityworld Futures)

TAG :
Equity World Jakarta, Equityworld Futures Jakarta, PT Equityworld Jakarta, PT Equityworld, Equityworld Futures, PT Equity World , Equity World, PT Equityworld Futures, PT Equityworld Futures Jakarta SSC, EWF, PT EWF