Equityworld Futures | 7 Gangguan Tidur yang Sering Diabaikan, Pernah Mengalami?

pt equityworld

Equityworld Futures | Bisa tidur dengan nyenyak merupakan nikmat yang diinginkan semua orang. Dengan tidur yang nyenyak, maka lelah setelah beraktivitas seharian akan hilang dengan sendirinya dan tubuh akan segar kembali. Namun, pada kenyataannya tidak semua orang bisa tidur dengan nyenyak, karena adanya beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya gangguan tidur. Salah satu faktor tersebut adalah adanya gangguan kesehatan pada orang yang mengalami gangguan tidur tersebut.

Namun, gangguan tidur tersebut kerap diabaikan karena dianggap tidak terlalu penting. Padahal akibat gangguan tidur tersebut membuat kamu tidak bisa tidur nyenyak, yang nantinya akan mengganggu aktivitas-aktivitas yang akan kamu lakukan pada keesokan harinya. Penasaran apa saja gangguan tidur tersebut? Yuk, Simak ulasannya berikut ini!

1. Insomnia

Insomnia merupakan gangguan tidur yang sering dialami oleh banyak orang. Gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya susah tidur serta sering terbangun tengah malam ini, biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti gelisah, banyak pikiran, bermain ponsel sebelum tidur, depresi serta efek samping dari obat-obatan yang diminum sebelum waktu tidur.

2. Hipersomnia

Hipersomnia merupakan kebalikan dari insomnia. Pada hipersomnia, penderitanya terlalu banyak tidur dibandingkan dengan orang lain. Bahkan, penderita gangguan tidur ini akan melakukan aktivitas tidurnya di siang hari. Gangguan tidur dengan kelebihan jam tidur ini biasanya disebabkan oleh gangguan pada sistem syaraf atau sistem metabolisme tubuh pada penderita hipersomnia.

3. Narkolepsi

Narkolepsi merupakan gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya mengalami rasa kantuk pada siang hari dan terkadang tertidur tanpa mengenal waktu dan tempat. Gangguan tidur ini biasanya disebabkan oleh kadar hipokretin yang rendah pada penderita narkolepsi. Hipokretin merupakan zat kimia dalam otak yang berfungsi untuk membantu mengendalikan waktu tidur. Hipokretin yang rendah biasanya disebabkan oleh sistem imun yang menyerang sel-sel sehat (autoimun).

Selain disebabkan oleh kadar hipokretin yang rendah, narkolepsi juga bisa disebabkan oleh kerusakan bagian otak yang menghasilkan hipokretin akibat adanya penyakit lain seperti cedera kepala, peradangan otak, tumor otak dan multiple sclerosis. Untuk mengobati gangguan tidur ini, kamu bisa mencoba dengan mengubah pola tidur kamu dan meminta bantuan medis jika gangguan tidur ini sudah mencapai tahap yang parah.

4. Sleep Apnea

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang membuat penderitanya mengalami penyumbatan di bagian atas saluran pernafasan sehingga pernafasannya menjadi terhambat dan membuatnya terbangun berulang kali. Orang yang suka mendengkur saat tidur memiliki resiko yang lebih tinggi terkena gangguan tidur ini.

Untuk mengatasi gangguan tidur ini, sebaiknya kamu menurunkan berat badan jika berat badanmu berada di atas normal, mengapa? Karena orang yang memiliki berat badan di atas normal biasanya memiliki gangguan pada pernafasannya. Selain itu, kamu juga bisa mengubah posisi tidurmu agar tidak tidur dengan posisi yang terlentang, karena tidur dengan posisi ini dapat mengganggu sistem pernafasanmu.

5. Night Terrors

Night terrors merupakan gangguan tidur yang cukup mengerikan lho, mengapa? Karena pada gangguan tidur ini, penderitanya akan terbangun dari tidur secara mendadak, bahkan juga berteriak dan menangis ketakutan. Hal ini disebabkan oleh mimpi buruk yang dialami oleh penderita gangguan tidur ini. Sebagian besar penderita night terrors adalah anak-anak, namun orang dewasa juga bisa lho terserang gangguan tidur ini.

Gangguan tidur ini biasanya mulai terjadi saat tahap pra-tidur REM, atau yang lebih dikenal dengan gerakan tidur Non-Rapid Eye Movement (NREM). Meski di dunia kedokteran belum bisa menemukan misteri dibalik gangguan tidur ini, namun medis mempercayai bahwa gangguan tidur ini berhubungan langsung dengan sistem saraf pusat dan otak manusia.

6. Sleep Walking

Sleep walking merupakan gangguan tidur yang membuat penderitanya tertidur sambil berjalan. Penyebab dari gangguan sleep walking ini biasanya karena stres, terlalu banyak mengonsumsi alkohol dan kurang tidur. Gangguan tidur ini setidaknya menimpa sebanyak 15% pada orang dewasa, namun lebih banyak diderita oleh anak-anak kecil.

Sebaiknya gangguan tidur ini segera diatasi, karena kalau tidak akan membahayakan penderitanya terutama jika penderita sedang sendirian. Contohnya seperti terjatuh dari tangga, tertabrak kendaraan yang lewat, dan tersengat listrik.

7. Sleep Paralysis

Sleep paralysis merupakan gangguan tidur yang sering disebut dengan ketindihan oleh orang Jawa. Namun, gangguan kelumpuhan saat tidur ini terjadi saat otak dan tidur sedang tidak sinkron. Kelumpuhan tidur biasanya disertai dengan halusinasi yang menakutkan dan tekanan mental yang dialami oleh penderitanya.

Sehingga saat terbangun, penderitanya akan merasakan kelumpuhan pada badannya dan meski matanya sudah terbuka, mulutnya tidak bisa mengeluarkan suara. (Equityworld Futures)