Equityworld Futures | 7 Risiko Terbesar Membuka Bisnis di Pinggir Jalan, Siap Hadapi?

PT Equityworld 65

Equityworld Futures | Memiliki sebuah usaha mapan, waktu yang fleksibel, dan bisa beraktivitas sesuai keinginanmu tampaknya menjadi impian banyak orang. Kalau modal kita terbatas, membuka usaha di pinggir jalan bisa menjadi solusi. Terutama bisnis makanan.

Meski kelihatannya sepele dan mudah, hanya perlu sebuah gerobak dan peralatan lengkap, ternyata membuka bisnis di pinggir jalan memiliki sejumlah risiko. Sebelum membukanya, kamu harus tahu dulu supaya bisa mengantisipasinya. Berikut ulasannya:

1. Kamu harus siap kehilangan barang.

Yap! Jelas sekali penyebabnya, karena kamu meletakkan barang-barangmu di pinggir jalan. Maka sangat rentan barangmu diambil orang lain.

Apalagi, tingkat copet di jalanan Indonesia ini memang masih cukup tinggi. Oleh karena itu, risiko inilah menjadi yang utama untuk kamu hadapi.

2. Tempat penitipan yang kurang bisa dipercaya.

Jika kamu menemukan tempat penitipan barang yang bagus, belum tentu menjamin 100 persen barangmu terjaga dan tidak akan hilang diambil orang.

Sudah banyak pedagang pinggir jalan yang menyewa tempat penyimpanan. Seperti pos satpam dan lainnya, tetapi barangnya masih saja hilang dicuri orang.

3. Siap-siap dengan jatah preman.

Biasanya ada yang menguasai setiap area. Kalau kamu mau bisnis berjalan dengan lancar, kamu perlu menyetorkan sejumlah uang kepada sekolompok orang yang biasa disebut sebagai preman ini.

4. Barang-barang rentan rusak karena tempat terbuka.

Namanya juga di pinggir jalan, artinya kamu harus siap menanggung kerusakan gerobak atau barang-barang jualan. Pasalnya, peralatan dan perlengkapan tersebut diletakkan di ruang terbuka dan terpapar sinar matahari.

Jika hujan, maka terguyur air dan rawan terbawa angin. Nah, kamu wajib memastikan barang-barangmu tahan dengan keadaan beragam ini. Kamu juga harus bersiap diri jika tiba-tiba barangmu rusak karena kondisi alam.

5. Karyawan yang mungkin tak dapat dipercaya.

Kalau kamu tidak mengontrol bisnismu secara langsung setiap hari, bisa jadi karyawanmu memanfaatkan situasi lho. Siapa yang tahu apa yang ada di dalam hati seseorang, bukan?

Hindarilah bersikap keras terhadap karyawan, perlakukan mereka seperti keluarga sendiri. Kamu juga wajib memastikan bahwa karyawan-karyawanmu selalu bisa dipercaya.

6. Kesulitan buka lapak saat musim hujan.

Musim hujan, apalagi saat sedang lebat dan berangin merupakan salah satu rintangan besar. Selain sulit membuka tempat berjualan, biasanya orang-orang akan malas mampir karena becek atau tergenang.

7. Masalah izin yang tidak jelas.

Tidak ada yang tahu, kapan usahamu akan digusur, atau tempatmu diklaim menjadi milik orang lain. Karena kamu memang berjualan di pinggir jalan, maka kamu harus selalu bersiap-siap dan iklhas jika diminta pindah secara paksa.

Jangan berkecil hati, risiko-risiko tersebut bakal menjadi latihamu untuk membuka bisnis yang lebih besar lagi. Kuncinya, kamu harus kuat mental dan pantang menyerah untuk menghadapi aneka rintangan yang ada. Good luck! (Equityworld Futures)