Equityworld Futures | 7 Tanda Stres yang Tidak Kamu Sadari tapi Bisa Fatal jika Dibiarkan

pt equityworld

Equityworld Futures | Kamu mungkin lebih sering menyadari bahwa kamu tengah stres ketika merasa sakit kepala, maag dan susah tidur di tengah-tengah aktivitas maupun deadline yang padat. Bahkan tidak jarang pula, dalam kondisi ini kamu bahkan sudah ‘tumbang’.

Padahal, stres juga bisa dideteksi lebih dini sebelum menimbulkan masalah kesehatan yang lebih berlarut-larut. Tubuh pun secara otomatis akan memberikan respon ketika kamu sedang dalam kondisi tertekan seperti berikut ini.

1. Jadwal haid yang tidak teratur

Bagi kaum hawa, periode tamu bulanan bisa jadi indikasi yang diamati. Pada level stres tertentu, tidak jarang jadwal bulananmu jadi berantakan. Bahkan, boleh jadi kamu ‘skip’ dalam satu siklus.

2. Nyeri PMS yang (lebih) hebat

Rasa nyeri yang hebat juga biasanya jadi pertanda. Kalau kamu memang sudah terbiasa dengan rasa nyeri yang biasa datang, maka saaat stres, kamu akan mengalami rasa nyeri yang lebih hebat.

3. Penimbunan lemak di area perut

Stres berlebihan umumnya berdampak pada kebiasaan makan dan minum yang menyebabkan perubahan berat badan. Nah, lemak di sekitar perut dan pinggang yang menumpuk ini biasanya disebabkan oleh adrenalin dan kortisol yang memang diproduksi lebih ketika stres. Adapun dua hormon ini jadi pemicumu untuk terus menerus ‘ngidam’ karbohidrat dan lemak.

4. Mengalami kesulitan tidur

Stres memungkinkan kamu jadi susah untuk tidur karena (tanpa kamu sadari sepenuhnya) banyaknya pikiran yang masih berseliweran di benak. Selain susah untuk tidur di malam hari, kamu juga mungkin cenderung bangun beberapa jam lebih cepat dari biasanya dan mendapat mimpi buruk.

5. Rasa sakit pada punggung

Di samping meningkatkan tekanan darah dan mengakselerasi detak jantung, hormon stres juga memicu otot untuk tegang. Efeknya? Rasa sakit luar biasa, termasuk pada bagian punggung. Karena itu, terutama bila kamu sering menghabiskan waktu dengan duduk, perbanyaklah aktivitas bergerak.

6. Sulit untuk berkonsentrasi

Kamu mungkin pernah bisa berkonsentrasi dengan sangat baik ketika deadline sangat mepet. Untuk sementara, adernalin yang diproduksi memang dapat meningkatkan fokus. Namun, semakin lama kamu berada dalam fase hectic ini, adrenalin justru akan membuatmu sulit berkonsentrasi.

7. Masalah pada ingatan

Semakin lama periode stres berlangsung, semakin banyak ukuran hippocampus yang menyusut. Hippocampus sendiri merupakan bagian dari otak yang berfungsi sebagai sentral emosi, memori, dan sistem saraf otonom. Akibatnya, kamu pun jadi lebih mudah untuk lupa.

Selain tujuh hal di atas, gejala stres lain yang kerap diabaikan antara lain mudah merasa lelah, rasa kaku dan sakit pada rahang bawah, masalah pencernaan dan lain-lain. Karena itu, pastikan kamu memiliki kemampuan stress management  yang baik berikut gaya hidup yang sehat. (Equityworld Futures)