Equityworld Futures | Saham emiten sektor emas bergerak di zona merah pada Senin (9/8/2021) seiring dengan koreksi harga logam mulia dunia.

Harga emas di pasar spot terpantau turun 1,43 persen ke level US$1.737,90 per troy ounce. Sedangkan, harga emas di pasar Comex tercatat turun 1,30 persen pada US$1.740,10 per troy ounce. Koreksi harga menimbulkan dampak negatif terhadap emiten yang bergerak di sektor ini.

Tercatat, seluruh emiten sektor emas mengalami penurunan harga hingga penutupan Sesi I, siang ini:

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), mencatatkan koreksi terdalam sejauh ini setelah turun 4,09% atau 110 poin ke posisi Rp.2580 per lembar, dibandingkan harga penutupannya, di Rp.2690 per lembar.

Menyusul dibelakangnya adalah PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang turun 2,92% atau 5 poin ke posisi Rp.166 per lembar, dari posisi terakhirnya di Rp.171 per lembar.

Menyusul PSAB, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turut melemah sebesar 2.15% ke posisi harga Rp2.280 per saham, turun dari posisi penutupannya akhir pekan lalu yakni di Rp.2330 per lembar.

Pada posisi keempat, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) terkoreksi 1.61% atau 10 poin ke level Rp610, dari posisi terakhirnya di Rp.620 per lembar.

Kemudian, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) juga terpantau turun 0,75% atau 2 poin ke level harga Rp266 dimana harga penutupannya akhir pekan lalu berada di Rp.268 per lembar.

Sementara itu, PT United Tractors Tbk (UNTR) yang juga memiliki portofolio tambang emas turut merosot ke level harga Rp18.725, atau terkoreksi 0,93 persen atau 175 poin dari posisi akhir pekannya, di Rp.18.900 per lembar.

Sebelumnya, harga emas memperpanjang kemerosotannya, diikuti dengan harga perak yang jatuh, setelah laporan pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memicu spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin mulai mengurangi stimulus moneter segera.

Presiden Fed Dallas Robert Kaplan mengatakan bank sentral harus mulai mengurangi pembelian asetnya lebih cepat dan secara bertahap. Pernyataan ini menegaskan ekspektasi bahwa stimulus akan ditekan. Setelah pernyataan ini, apresiasi dolar AS tertahan, sementara imbal hasil obligasi 10-tahun AS naik.

Emas melemah di tengah kekhawatiran investor bahwa ekonomi AS yang membaik dan inflasi yang meningkat akan mendorong The Fed untuk menarik kembali dukungan ekonomi jumbonya.

Suku bunga rendah membantu membuat emas lebih kompetitif terhadap aset yang menawarkan hasil.