Equityworld Futures | Berkat Anjloknya Pasar Saham AS, Harga Emas Naik

Equity World

Equityworld Futures | Berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir menguat pada perdagangan 17 Oktober 2018. Harga emas naik berkat anjloknya pasar saham Amerika Serikat (AS).

Melansir Xinhua, Jumat (19/10/2018), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik USD2,7 atau 0,22% menjadi ditutup pada USD1.230,10 per ounce.

Emas mendapat dukungan karena Dow Jones Industrial Average turun 381,39 poin atau 1,48% diikuti oleh indeks S&P500 dan Nasdaq yang mengalami penurunan tajam. Ketika ekuitas jatuh, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman, seperti emas.

Faktor geopolitik, termasuk ketegangan seputar hilangnya seorang wartawan Saudi, sengketa perdagangan antara kekuatan ekonomi utama, dan negosiasi Brexit yang sedang berlangsung, juga memberikan dukungan tambahan untuk logam mulia, kata analis pasar.

Namun, kenaikan emas masih dibatasi oleh dolar AS yang lebih kuat. Indeks dolar AS, indeks greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,24% pada 1721 GMT menjadi 95,89, tertinggi dalam dua bulan.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 5,9 sen atau 0,4% menjadi ditutup pada USD14,604 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2019 turun USD8,9 atau 1,06% menjadi menetap di USD831,70 per ounce.

Equityworld Futures | Harga Emas Berjangka Naik berkat Anjloknya Pasar Saham AS

Equityworld Futures | Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir menguat pada perdagangan 17 Oktober 2018. Harga emas naik berkat anjloknya pasar saham Amerika Serikat (AS).

Melansir Xinhua, Jumat (19/10/2018), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik USD2,7 atau 0,22% menjadi ditutup pada USD1.230,10 per ounce.

Emas mendapat dukungan karena Dow Jones Industrial Average turun 381,39 poin atau 1,48% diikuti oleh indeks S&P500 dan Nasdaq yang mengalami penurunan tajam. Ketika ekuitas jatuh, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman, seperti emas.

Faktor geopolitik, termasuk ketegangan seputar hilangnya seorang wartawan Saudi, sengketa perdagangan antara kekuatan ekonomi utama, dan negosiasi Brexit yang sedang berlangsung, juga memberikan dukungan tambahan untuk logam mulia, kata analis pasar.

Namun, kenaikan emas masih dibatasi oleh dolar AS yang lebih kuat. Indeks dolar AS, indeks greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,24% pada 1721 GMT menjadi 95,89, tertinggi dalam dua bulan.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 5,9 sen atau 0,4% menjadi ditutup pada USD14,604 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2019 turun USD8,9 atau 1,06% menjadi menetap di USD831,70 per ounce. (Equityworld Futures)