Equityworld Futures – Antrean di Gerbang Tol (GT) menjadi salah satu penyebab tersendatnya arus lalu lintas di tol.

PT Lintas Marga Sedaya (LMS) sebagai pengelola Tol Palimanan melakukan beberapa kebijakan di GT agar arus lancar.

Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Hudaya Arryanto mengatakan pihaknya akan melakukan pembulatan tarif tol.

Selain itu, pihaknya juga akan menyediakan pembayaran tol dalam bentuk voucher.

Kebijakan ini berlaku mulai 1-5 Juli 2016.

“Dalam upaya mempercepat transaksi tol di GT Palimanan, LMS melakukan dua langkah inisiatif ditujukan untuk kendaraan Golongan I (mobil pribadi dan bus) yang merupakan pengguna mayoritas di saat mudik lebaran,”

Demikian kata Hudaya Arryanto dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Kamis (30/6/2016).

Equityworld Futures – Biar Lancar di GT, Pengelola Tol Palimanan Bulatkan Tarif dan Siapkan Voucher

Hudaya mengatakan, pembulatan tarif tol ke bawah, khusus untuk pembayaran secara tunai di Gerbang Tol Palimanan untuk kendaraan Golongan I dengan asal perjalanan dari Gerbang Tol Cikarang Utama.

Tarif tol kendaraan Golongan I dengan asal-tujuan Cikarang Utama-Palimanan yang tarif normalnya Rp 109.500 akan dibulatkan ke bawah menjadi Rp 108.000.

“Dengan pembulatan tarif ini waktu transaksi dapat dipercepat karena tidak diperlukan penanganan koin Rp 500,” katanya.

Selain itu, pihak LMS juga melakukan penjualan voucher tol prabayar yang juga ditujukan bagi kendaraan Golongan I dengan asal-tujuan Cikarang Utama-Palimanan.

Voucher dengan nilai pembulatan Rp 108.000 ini dapat dibeli di Rest Area Tol Cipali arah Palimanan (Type A/besar di KM 102 dan KM 166),

Di Rest Area Tol Jakarta-Cikampek KM 57, serta dapat juga dibeli menjelang gerbang Tol Palimanan.

“Petugas ‘jemput kendaraan’ di gerbang Palimanan akan melakukan penjualan voucher ini di samping menyediakan layanan penukaran uang kecil.

Voucher berlaku sebagai alat pembayaran di gardu tol seperti halnya uang pas, sehingga proses pembayaran tol menjadi lebih cepat,” katanya.

Tol Palimanan merupakan bagian dari jalan Tol Cipali yang panjangnya 116,75 kilometer. Tol Cipali merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia dan merupakan bagian dari sistem jalan tol Trans Jawa.

Equityworld Futures -Jalan Tol Cipali melintasi 5 kabupaten di Jawa Barat yaitu Kabupaten Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka dan Cirebon.

Hudaya mengatakan, tersedia delapan Rest Area yang telah beroperasi untuk mendukung kenyamanan para pengguna tol Cipali.

Fasilitas ini terdiri dari 4 Rest Area Tipe A (besar) yang dilengkapi SPBU yang berlokasi di KM 102 arah Cirebon, KM 102 arah Cikopo, KM 166 arah Cirebon dan KM 164 arah Cikopo.

Kemudian 4 Rest Area Tipe B (kecil) yang berlokasi di KM 86 arah Cirebon, KM 86 arah Cikopo, KM 130 arah Cirebon dan KM 130 arah Cikopo.

“LMS juga menambah fasilitas untuk peningkatan aspek keselamatan, antara lain memasang wire rope di daerah tikungan untuk mencegah terjadinya kendaraan pindah jalur/arah.

LMS juga memasang penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya di beberapa lokasi untuk melengkapi PJU konvensional yang telah terpasang sebelumnya sesuai aturan desain jalan tol,” terang Hudaya.

“Untuk Rest Area selama musim mudik, LMS telah menambah pasokan air bersih serta menambah kapasitas tanki penyimpanan air di rest area tipe B hingga lima kali lipat.

Fasilitas toilet umum juga ditambah untuk mengantisipasi banyaknya pengguna rest area.

LMS juga menambah kapasitas parkir kendaraan,” tambahnya. Maxi – Equityworld Futures