Equityworld Futures | Buta Warna Bisa Jadi Berbahaya, Ini 7 Fakta yang Perlu Kamu Ketahui

pt equityworld

Equityworld Futures | Apakah ketika kamu melakukan tes kesehatan untuk mata pernah mendapati tes yang membuatmu menebak angka di dalam lingkaran? Itu adalah tes untuk melihat apakah kamu mendapatkan buta warna atau tidak.

Berdasarkan data colourblindawareness.org, setidaknya satu dari 12 pria dan satu dari 200 wanita di dunia mengalami gangguan mata ini. Sedangkan untuk di Indonesia sendiri yang datanya dihimpun oleh Mitra Keluarga dan lainnya, setidaknya ada dua juta kasus yang ditemui tiap tahunnya dan dianggap sebagai hal yang sangat umum.

Sebenarnya apa itu buta warna? Seberapa jauh pengaruh gangguan ini di kehidupan, hingga hampir tiap sekolah atau lapangan kerja selalu mengadakan tes ini? Yuk, mari kita cari tahu di sini bersama-sama.

1. Buta warna tidak sepenuhnya buta warna

Buta warna adalah kondisi di mana seseorang memiliki kesulitan untuk membedakan warna. Mereka tetap melihat sekitarnya dengan warna, hanya saja warna tersebut tidaklah terlalu jelas dan bervariasi seperti manusia normal pada umumnya. Sebagai contoh adalah warna merah pada apel berubah menjadi warna yang semu, pucat dan lebih gelap.

2. Sebagian besar diakibatkan genetik

Bagi penderita buta warna, gangguan tersebut seringnya sudah didapatkan sejak lahir yang mana mayoritas itu adalah bawaan genetik dari sang ibu. Walaupun begitu, bukan berarti orang normal tidak bisa mendapatkannya juga. Buta warna bisa pula terjadi karena sang penderita mendapatkan penyakit diabetes, sclerosis atau bahkan karena penuaan dan perawatan kesehatan.

3. Terdapat beberapa macam buta warna

Gangguan pada mata ini tidak serta merta hanya memiliki satu ragam saja, tetapi beragam. Setidaknya ada tiga tipe berdasarkan warna yang sulit mereka bedakan. Protanomali untuk mereka yang susah membedakan warna merah; deuteranomali untuk warna hijau, kasus yang paling umum di antara gangguan yang lain; dan tritanomali yang mengurangi sensitivitas warna biru dan dikatakan yang paling langka. Ini masih digolongkan lagi berdasarkan seberapa jauh mereka susah membedakannya lho.

4. Hidup dengan warna dunia mereka sendiri

Seperti yang tadi dijelaskan kalau para penderita ini tidak sepenuhnya tidak bisa melihat warna, melainkan ada warna-warna tertentu. Sebagai contoh mereka yang terkena tritanomali melihat dunia dengan warna-warna yang cenderung merah, merah muda, hitam, putih, abu-abu dan pirus, tetapi bingung membedakan warna biru terang dengan abu-abu, ungu gelap dengan hitam, hijau sedang dengan biru, lalu oranye dengan merah.

5. Yang paling langka adalah buta warna monokromasi

Gangguan yang dinamakan achromatopsia ini hanya diderita satu dari 33 ribu orang dan dikatakan sangat mengganggu kehidupan penderitanya. Buta warna penuh ini membuat penderita hanya melihat dunia dengan warna mayoritas hitam putih, seperti foto dengan filter monokromatik. Bayangkan saja jika penderita ini harus dihadapkan dengan lampu lalu lintas atau pekerjaan dan kegiatan yang banyak berhubungan dengan warna.

6. Bisa didiagnosa dengan tes buta warna

Tes paling umum untuk mendiagnosa kasus buta warna dinamakan tes piring Ishihara, yang mana kamu harus menebak angka yang memiliki warna yang membaur. Dikatakan tes ini bisa digunakan untuk mengecek buta warna merah dan hijau, tetapi tidak berlaku untuk buta warna biru. Ada pula yang dinamakan tes lentera.

7. Tidak ada obatnya

Sejauh ini ilmu kesehatan tidak menemukan obat penyembuh dari gangguan mata ini. Akan tetapi terdapat inovasi yang dapat membantu penyandang buta warna untuk melihat warna dengan hasil yang cerah. Hasil dari perkembangan teknologi ini menciptakan kacamata buta warna dan sekarang sudah mulai ramai diedarkan.

Mungkin kalau penderita buta warna sebagian tidaklah terlalu dikhawatirkan, karena sedikit banyak mereka masih bisa membedakan warna. Akan tetapi yang bahaya adalah mereka yang mengalami buta warna sepenuhnya. Bayangkan saja kalau sedang jalan atau naik motor dan mereka tidak bisa membedakan lampu merah. Bisa jadi menyebabkan kecelakaan. (Equityworld Futures)