Equityworld Futures | Cerita Pilu Ibu dengan 8 Anak Kembar, Sempat Ingin Bunuh Diri, Selamat Hari Ibu 22 Desember 2017!

pt equityworld

Equityworld Futures | Setelah beritanya viral pada tahun 2009 karena hamil besar dan ternyata adalah kembar 8, Nadya Suleman menjalani hari-harinya sebagai ibu 14 orang anak dengan cerita yang cukup kelam.

Banyaknya jumlah anak yang dimilikinya membuat ibu tersebut harus banting tulang untuk membiayai mereka semua.
Sempat depresi bahkan sempat nekat ingin bunuh diri, ibu satu ini pun pada akhirnya terjerumus ke dunia ‘gelap’.
Ia sempat membintangi film porno dan memiliki rating tinggi di dunia kelam itu.

Menjadi seorang penari di kelab malam ia lakukan juga untuk membiayai kebutuhan yang begitu besar.
Alkohol, obat-obatan terlarang menjadi pelampiasan keputusasaan dan depresinya saat itu.
Hingga suatu pada suatu ksempatan, ia seperti mendapat pencerahan.

Saat melakukan pekerjaannya di sebuah klub, ia didatangi oleh seorang pria besar dengan mengucapkan bahwa ia tidak harus melakukan semua ini.
Perkataan yang diucapkan 5 kali tersebut sontak membuat Nadya menangis.
Ia sangat tak ingin mencari nafkah di tempat dan dunia seperti itu untuk menghidupi semua anaknya, ia melakukannya dengan terpaksa.
Kejadian malam tersebut membuatnya berpikir ulang.

Ia pun memutuskan untuk pulang ke ke kampung halamannya di Laguna, Orange County, California
Berkat keputusannya tersebut ia dipercaya menjadi konselor para pecandu narkoba dan minuman keras. Ia pun mendapat bantuan dari pemerintah.
Setiap ibu memang luar biasa ya. Pengorbanannya begitu luar biasa bagi anak-anaknya. Selamat hari Ibu!

Equityworld Futures | Hari Ibu 22 Desember 2017 – Ini Sejarah Hari Ibu, Ternyata Sekarang Diartikan Berbeda

Equityworld Futures | Setiap 22 Desember, diperingati Hari Ibu secara nasional. Tanggal itu dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara.
Pada 2016 lalu, Google doodle bahkan memajang gambar untuk memperingati Hari Ibu.
Kini, arti Hari Ibu telah banyak berubah, karena hari itu diperingati dengan menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu.
Orang-orang saling bertukar hadiah dan menyelenggarakan berbagai acara dan kompetisi, seperti lomba memasak dan memakai kebaya.

Hari Ibu di Indonesia dirayakan pada ulang tahun hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama, 22-25 Desember 1928.
Kongres ini diselenggarakan di sebuah gedung bernama Dalem Jayadipuran, yang kini merupakan kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta.
Kongres ini dihadiri sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatra yang kemudian melahirkan terbentuknya Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Di Indonesia, organisasi wanita telah ada sejak 1912, terinspirasi oleh pahlawan-pahlawan wanita Indonesia pada abad ke-19 seperti Kartini, Christina Martha Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan lainnya.
Kongres dimaksudkan untuk meningkatkan hak-hak perempuan di bidang pendidikan dan pernikahan.
Agenda utama Konggres Perempuan Indonesia I adalah persatuan perempuan nusantara, peranan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan, peranan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, hingga pernikahan usia dini bagi perempuan, dan lain sebagainya.

Kongres Perempuan Indonesia II kemudian digelar Juli 1935. Dalam konggres ini dibentuk BPBH (Badan Pemberantasan Buta Huruf) dan menentang perlakuan tidak wajar atas buruh wanita perusahaan batik di Lasem, Rembang.
Peringatan Hari Ibu pada 22 Desember baru ditetapkan pada Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938.
Secara resmi tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu oleh Presiden Soekarno melalui melalui Dekrit Presiden Nomor 316 tahun 1959 menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga saat ini.
Khusus di Bandung, peringatan Hari Ibu 2016 dipusatkan di Alun-alun Kota Bandung, Kamis 22 Desember 2016. (Equityworld Futures)