Equityworld Futures | Dolar Melemah Bawa Harga Emas Naik dan Paladium Cetak Rekor

pt equityworld

Equityworld Futures | Harga komoditas logam naik. Bahkan, paladium tercatat melonjak melewati USD 1.600 untuk pertama kalinya, sementara platinum melonjak 3 persen.

Emas dan logam mulia lainnya menguat dipicu pelemahan Dolar Amerika Serikat (AS) seiring Federal Reserve yang memulai pertemuan selama dua hari, di tengah kekhawatiran pasar tentang pertumbuhan ekonomi negara ini.

Melansir laman Reuters, Rabu (19/3/2019), harga emas naik 0,3 persen menjadi USD 1.306,76 per ons, menguat di atas level USD 1.300 secara psikologis dipicu tergelincirnya Dolar AS.

Sementara harga emas berjangka AS naik 0,4 persen menjadi USD 1.306,5 per ounce. “Meskipun permintaan investasi terkadang melemah, emas dengan harga sekitar USD 1.300 memberi tahu Anda masih ada beberapa kepentingan institusional,” kata Philip Newman, Direktur di Metals Focus.

Sementara harga paladium naik 1 persen menjadi USD 1.599,01 per ounce, usai mencapai tertinggi sepanjang masa USD 1.606.

“Pasar paladium berada dalam situasi yang sangat ketat dan kami melihat defisit,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas TD Securities di Toronto.

Memperkuat skenario pasokan paladium yang melemah, kementerian perdagangan dan industri Rusia sedang mempertimbangkan untuk melarang ekspor potongan logam mulia dan tailing dari produsen logam putih terbesar di dunia.

“Meskipun terjadi pemulihan di pasar ekuitas, kelemahan dolar telah mendukung harga loga,” menurut Standard Chartered Bank dalam sebuah catatan.

Pekan lalu, Fiat Chrysler mengatakan sekitar 965.000 kendaraan akan ditarik kembali di Amerika Serikat dan Kanada karena tidak memenuhi standar emisi, dan mengganti catalytic converter mereka.

Sementara platinum dan paladium terutama dikonsumsi oleh pembuat mobil untuk pembuatan catalytic converter, platinum lebih banyak digunakan pada kendaraan diesel.

Alhasil, harga Platinum melonjak ke USD 855,33 per ounce pada hari Selasa, tertinggi sejak 4 Maret. Adapun harga emas turun 0,4 persen menjadi USD 15,38 per ounce.

“Pada level paladium USD 1.600, platinum terlihat sangat murah. Pengguna platinum akan semakin mencari untuk mengganti paladium dengan platinum, karena harganya setengah dan memberikan keamanan pasokan,” kata Melek.

Simak sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga emas ke depan menurut analis

Federal Reserve (The Fed) akan melaksanakan Federal Open Meeting Committee pada 19 Maret hingga 20 Maret 2019. Pasar menilai sangat kecil kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga acuan. Namun Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengungkapkan agenda FMOC tidak begitu mempengaruhi harga emas. Ia menyebutkan ada sentimen-sentimen lain yang justru berpengaruh pada harga emas.

Penolakan proposal Brexit oleh Parlemen Inggris menjadi salah satu sentimen positif. Selain itu masalah geopolitik antara Amerika-Venezuela juga dapat menjadi sentimen positif.

“Masalah geopolitik ini termasuk cukup berpengaruh, sudah banyak contohnya misalnya perselisihan Israel – Lebanon, invasi Irak terhadap Kuwait maupun masalah semenanjung Korea,” jelas dia ketika dihubungi Kontan.co.id Selasa (19/3)

Ia menambahkan kondisi ekonomi global masih menjadi salah satu sentimen yang menyebabkan melemahnya dollar dan berdampak positif bagi proyeksi emas.

Senada dengan Ibrahim, Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong mengungkapkan hal serupa. Ia bilang faktor utama masih terkait melemahnya ekonomi global.

Ibrahim memprediksi harga emas Rabu (20/3) berada pada rentang harga US$ 1.296-US$ 1.313 per ons troi sementara untuk sepekan diprediksi berada pada rentang harga US$ 1.277-US$ 1.333 per ons troi.

Sementara itu Lukman memprediksi harga emas Rabu (20/3) berada pada rentang US$ 1.305-US$ 1.312 per ons troi dan pekan depan berada pada rentang US$ 1.310- US$ 1.320 US$ per ons troi. (Equityworld Futures)