Equityworld Futures | Harga emas menguji US$ 1.280 menjelang pergantian tahunHarga Emas Pertahankan Level Tinggi 5 Bulan

pt equityworld

Equityworld Futures | Memasuki sesi perdagangan Kamis (27/Desember) siang ini, harga emas masih berusaha mempertahankan level tinggi lima bulannya. Isu perlambatan pertumbuhan global masih menjadi fundamental yang melatarbelakangi pergerakan harga emas hari ini. Namun, perkembangan perang dagang AS-China dan rebound di pasar ekuitas membuat penguatan emas terbatas.

Harga emas spot naik 0.2 persen ke $1,268.87 per ounce pada pukul 13:00 WIB, setelah menyentuh level tertinggi sejak bulan Juni di sesi sebelumnya. Namun, tidak demikian halnya dengan emas futures. Di Comex New York, harga emas futures turun 0.1 persen ke $1,271.8 per ounce.

Sementara itu, grafik harian XAU/USD berikut ini menampilkan perjuangan bull untuk mempertahankan posisinya. XAU/USD menguat 0.11 persen ke 1,268.21.

Potensi Meredanya Tensi Perdagangan AS-China

Kemungkinan meredanya konflik perdagangan AS-China membatasi permintaan terhadap emas. Delegasi pemerintah AS dikabarkan akan pergi ke Beijing di minggu kedua Januari 2019, guna mendiskusikan perdagangan dengan pemerintah China. Deputi Trade Representatives AS, Jeffrey Gerrish, akan memimpin tim AS dalam negosiasi tersebut. Akan tetapi, kabar ini masih berupa rumor karena belum ada pernyataan resmi dari pihak AS.

Equityworld Futures | Harga emas menguji US$ 1.280 menjelang pergantian tahun

Equityworld Futures | Harga emas makin berkilau mendekati penutupan perdagangan tahun ini. Dalam sepekan, harga emas terus bergerak di atas level US$ 1.270 per ons troi.

Jumat (28/12), harga emas untuk pengiriman Februari 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.277,40 per ons troi, turun 0,29% dari penutupan kemarin pada US$ 1.281,10 per ons troi. Kemarin, harga emas mencapai level tertinggi sejak akhir Juni.

“Indeks dollar yang melemah ikut mendukung aksi beli emas. Indeks saham yang naik signifikan turut membantu kenaikan harga emas,” kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals kepada Reuters.

Wyckoff menambahkan, indikator teknikal harga emas menunjukkan posisi bullish dalam jangka pendek. Sementara dari sisi makro, penutupan sebagian operasional pemerintahan Amerika Serikat (AS) menambah kekhawatiran pasar keuangan sehingga emas menjadi salah satu instrumen pilihan.

Produk exchange traded fund terbesar berbasis emas, yakni SPDR Gold pun mencatat kenaikan harian terbesar sejak Juli 2016. Penambahan SPDR mencapai 2,1% pada hari Rabu lalu. “Investor hanya mempersiapkan diri dengan membeli emas, karena adanya ketidakpastian menjelang 2019,” kata Naeem Aslam, chief market analyst Think Markets.

Kepemilikan SPDR mencapai level tertinggi sejak Agustus. Total SPDR ini naik sekitar 8% sejak mencapai posisi terendah pada Oktober lalu.

Secara tahunan, harga emas masih turun 5,05%. Sepanjang tahun ini, rata-rata harga emas berada di US$ 1.287,37 per ons troi. Harga terendah emas adalah US$ 1.189,50 yang tercapai pada 16 Agustus dan harga tertinggi US$ 1.296,30 per ons troi pada 25 Januari.  (Equityworld Futures)