Equityworld Futures | Dibuat Bingung Data Ekonomi AS & The Fed, Emas Mau Ke Mana?

pt equityworld emas

Equityworld Futures | Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu (17/7/19), data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang bagus memberikan terkanan bagi logam mulia.

Departemen Perdagangan AS melaporkan data penjualan ritel dan penjualan ritel inti (tidak memasukkan sektor otomotif dalam perhitungan) naik masing-masing 0,4% month-on-month (MoM), lebih tinggi dari prediksi di Forex Factory sebesar 0,1%.

Data itu menunjukkan ekonomi AS masih menunjukkan kinerja bagus di akhir kuartal-II 2019, apalagi melihat data tenaga kerja dan inflasi sebelumnya.

Data penjualan ritel yang terkait dengan belanja konsumen merupakan komponen yang berkontribusi sekitar 68% terhadap produk domestik bruto (PDB). Sehingga tingginya penjualan ritel bisa jadi akan positif bagi PDB AS periode April-Juni.

Hal ini tentunya jadi pertimbangan bagi bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk memutuskan apakah akan memangkas atau mempertahankan suku bunga pada 31 Juli (1 Agustus WIB).

Namun meski data dari AS masih positif, tetap saja ketua The Fed Jerome Powell tidak mengubah sikapnya. Saat berbicara di Paris tengah malam tadi Powell kembali menegaskan akan “bertindak sesuai kebutuhan” untuk mempertahankan ekspansi pertumbuhan ekonomi AS.

Sikap Powell tersebut menjadi indikasi kuat suku bunga akan dipangkas akhir bulan nanti, sesuai dengan prediksi pelaku pasar. Tetapi sepertinya yang pelaku pasar masih ingin melihat gambaran lebih jelas, berapa kali sebenarnya bank sentral paling powerful di dunia ini akan melakukan pemangkasan di tahun ini.

Emas merupakan aset tanpa imbal hasil, sehingga semakin rendah suku bunga di AS dan secara global, akan memberikan keuntungan yang lebih besar dalam memegang aset emas.

Logam mulia juga sangat terkait dengan nilai tukar dolar AS. Kala greenback melemah, maka harga emas akan naik karena emas adalah komoditas yang dibanderol dengan dolar AS. Karenanya, spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed sangat mempengaruhi pergerakan emas. Pada pukul US$ 1.405,22 per troy ounce.

Emas mencapai target penurunan US$ 1.405 pada perdagangan Selasa kemarin. Melihat grafik harian, emas yang disimbolkan XAU/USD masih bergerak di kisaran rerata pergerakan (Moving Average/MA) MA 8 hari (garis biru), MA 21 hari (garis merah), tetapi masih di atas MA 125 hari (garis hijau).

Indikator rerata pergerakan konvergen divergen (MACD) di wilayah positif tetapi bergerak turun dan histogram masih di wilayah negatif.

Pada time frame 1 menit, emas bergerak di kisaran MA 8, tetapi di bawah MA 21 dan MA 125. Indikator Stochastic bergerak mendatar di dekat wilayah jenuh jual (oversold).

Emas masih bergerak di kisaran US$ 1.405 yang menjadi support (tahanan bawah) terdekat. Selama tidak menembus ke bawah level tersebut, logam mulai berpeluang nauk ke area US$ 1.411. Penembusan di atas level tersebut akan membuka peluang ke area US$ 1.416.

Sebaliknya jika support ditembus, emas berpeluang besar menguji level psikologis US$ 1.400. Jika level tersebut ditembus, emas berpotensi turun US$ 1.396. (Equityworld Futures)